Sabtu, 18-09-2021,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak

  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
  • gambar2
  • gambar2
0 1


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center


--Kembali--



LAPORAN PENELUSURAN DAMPAK PEMBANGUNAN SARPRAS PERTANIAN

Peningkatan  ketahanan  pangan  sudah menjadi tujuan dari pembangunan nasional. Sektor pertanian menjadi sektor kedua terbesar penyokong perekonomian kabupaten setelah sektor pertambangan.  Pengembangan  kegiatan  pertanian didukung dengan kebijakan Perda Nomor 24 Tahun 2013  tentang  RTRW  Kabupaten  Balangan  Tahun 2013-2032  dimana  ditetapkan  kawasan peruntukan  pertanian  pertanian  di  Kabupaten Balangan  seluas  lebih  kurang  80.372 Ha, dengan  rincian  32.715  Ha  untuk  pertanian tanaman  pangan,  10.262  Ha  untuk  pertanian hortikultura,  dan  37.295  Ha untuk  kawasan perkebunan.  Lahan pertanian tanaman pangan direncanakan sebagian besar di Kecamatan Batumandi, sebagian lainnya tersebar di Kecamatan Lampihong, Awayan, Paringin, Paringin Selatan, Juai, Halong, dan Tebing Tinggi.

Ketahanan pangan bisa dicapai  dengan peningkatan  produktivitas  padi.  Peningkatan produktivitas padi tidaklah  mudah  dilakukan, terutama menyangkut peningkatan luas panen. Luas panen  bisa  ditingkatkan  diantaranya  dengan menyediakan  sarana  dan  prasarana  pertanian. Sarana  dan  prasarana  produksi  pertanian  terdiri dari  jaringan  irigasi,  jalan  usaha  tani,  dan penyuluhan  mengenai  teknologi  pertanian.  Sarana produksi  pertanian  terdiri  dari   bahan  yang meliputi,  benih,  pupuk,  pestisida,  zat  pengatur tumbuh,  obat-obatan,  dan  peralatan  (alat  mekanis maupun  manual)  yang  digunakan  untuk melaksanakan  produksi  pertanian,  yang penyediaannya  adalah  untuk  meningkatkan produktivitas  kerja  petani  dan  merubah  hasil  yang sederhana menjadi lebih baik

Keberhasilan  pembangunan  pertanian tersebut  tidak  terlepas  dari  tersedianya  tanah  yang berpengairan baik, pengolahan tanah dan air yang seimbang,  di  samping  faktor-faktor  lainnya  yang merupakan  faktor  sekunder  (pupuk,  bibit  unggul, obat-obatan,  pemberantas  hama,  dan  lain-lain). Tanah, air dan tenaga para petani merupakan faktor yang  primer,  sebab  walaupun  tersedianya  faktor-faktor  sekunder  yang  melimpah  tetapi  tanpa  ada atau  tersedianya  faktor-faktor  yang  primer, pertanian tidak dapat terlaksana.



Download file pdf :