Minggu, 17-12-2017,  

Home   Agenda  Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan

 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 3  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 2  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 1  

Download Center

Berita dan Kegiatan


ASAP CAIR, INOVASI PEMBEKU LATEKS RAMAH LINGKUNGAN

ASAP CAIR, INOVASI PEMBEKU LATEKS RAMAH LINGKUNGAN

Penggunaan asap cair sebagai pembeku lateks disebagian besar masyarakat masih merupakan hal baru. Mindset petani karet di Kabupaten Balangan adalah menggunakan pupuk sebagai pembeku lateks, padahal inilah yang menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas sehingga karet dihargai murah oleh pedagang. Walaupun masih perlu dilakukan pengujian, paten produk dan penyebar luasan inovasi asap cair kepada masyarakat luas melalui sosialisasi, media informasi, pameran, dan forum-forum khusus bekerjasama dengan swasta maupun pemerintah.

Merubah mindset dan membuka wasasan petani karet yang sudah terstigma menggunakan pupuk bukanlah hal mudah, apalagi selama ini penggunaan pupuk terkenal murah, murah memperoleh, dan petani juga sudah puas dengan harga beli karet mereka serta tidak memiliki posisi tawar terhadap pedagang. Sebuah inovasi akan mudah diserap dan dilaksanakan apabila memiliki keuntungan, sesuai dengan yang dibutuhkan, mudah diaplikasikan/ kompleksitas rendah, mudah diujicobakan, mudah dilihat hasilnya. Sementara penentu keberhasilan difusi inovasi adalah pada peran agen perubahan (penyuluh perkebunan, tokoh masyarakat), dan karakteristik masyarakat (pengetahuan mengenai inovasi yang membentuk sikap dan perilaku menggunakan inovasi). Harapannya dengan disebarluaskannya informasi penggunaan asap cair bisa menambah wawasan petani karet untuk selanjutnya membentuk perilaku menggunakan asap cair sebagai pembeku lateks terutama dengan intervensi dari penyuluh perkebunan dan tokoh masyarakat sebagai early adopternya.

Sedikit gambaran mengenai asap cair sendiri, seorang produsen dan menjadi narasumber kami adalah Bapak Gani dari Desa Sumber Agung No.25 RT:04 Kecamatan Halong (CP. Gani Hp. 0813-1886-1288), memproduksi asap cair ini sebagai sampingan dari usaha pembuatan arang putih. Di lokasi kerjanya terdapat 4 buah tungku yang secara rutin selama sebulan 2 x berproduksi. Penyulingan Asap Air berarti memanfaatkan limbah untuk pembekuan latek atau karet, juga bisa untuk bahan penguwat dan banyak lagi manfaat yang lainnya. Bahan Baku yang dipergunakan dalam memproduksi arang putih adalah kayu Semea, kayu Pahlawan dan kayu jenis Jambu-jambuan. Setiap tungkunya diisi kayu sekitar 12 – 15 kubik kayu. Proses Pembuatan Arang Putih adalah setelah kayu dimasukan kedalam tungku atau dapur kemudian mulai proses pembakaran untuk memanaskan suhu dalam ruangan tungku atau dapur. Pembakaran hanya dilakukan di pintu dapur saja supaya tidak menghanguskan kayu produksi karena yang diperlukan hanya memanaskan suhu dalam ruangan tungku. Waktu pembakaran dibutuhkan waktu 24 jam perhari untuk mencapai suhu 80-90 derajat selama 7-10 hari dan setelah itu pintu dapur akan ditutup tidak ada lagi pembakaran, proses ini kami namakan Cakka. Setelah itu baru proses penyulingan asap. Dalam penyulingan asap kami memakai flat stainles karena asap yang keluar dari knalpot tungku suhunya panas sehingga jika memakai flat biasa tidak kuat dan cepat rusak. Dalam 1 x 24 Jam kami mendapatkan air asap sekitar 20-30 liter.  Lamanya penyulingan sekitar 5-7 hari sampai asap habis dan arang sudah masak.

Tenaga Kerja atau Karyawan yang dibutuhkan adalah untuk menjaga tungku hanya satu orang khusus yang bertugas untuk memantau dan mengontrol proses pengolahan arang putih. Dalam 1 (satu) hari tungku harus dikontrol 3x untuk mengontrol suhu panasnya. Untuk tenaga bantu ada 3 (tiga) orang yang tugasnya adalah memasukan kayu kedalam tungku, memanen arang putih dan untuk memilah arang putih. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan arang putih ini tidak terlalu diperlukan alat yang canggih atau modern. Untuk pembuatan tungku memakai bata merah dan perekatnya tanah liat atau lempung yang lengket.  Untuk bahan penyulingan air asap memakai stailes tile. Karena proses panen arang putih ini prosesnya dalam keadaan api membara maka menggunakan besi baja panjang sekitar 4 (empat) meter untuk mengeluarkan arang dari dalam tungku. Untuk memadamkan api arang ada 2 (dua) cara, yang pertama menggunakan pasir dan yang kedua menggunakan drum. Cara yang mengunakan drum yaitu dengan memasukkan bara arang kedalam drum kemudian menutupnya dengan rapat hingga tidak ada udara yang masuk, bara api akan padam sekitar 30 menit-1 jam.

Pemasaran arang putih adalah dibeli oleh CV.Raja Arang dan kemudian diekspor ke Jepang. Gudang penampungan sementara arang ada di Banjarmasin. Dan asap cair dijual kepada CV.Tiga Saudara yang beralamat di Desa Sumber Agung Kecamatan Halong Kabupaten Balangan. Untuk harga asap cair masih promosi Rp 8000/liter. Kendala pemasaran asap cair ini adalah untuk sementara pemasaran asap cair hanya disekitar Desa Sumber Agung saja, karena masih dalam pengembangan. Air asap cair ini digunakan untuk pembekuan latek atau karet karena air asap ini kadar asamnya kuat, bagi para petani karet di Desa sumber Agung yang sudah menggunakan air asap ini mengatakan bahwa air asap ini memang bagus, ramah lingkungan, karet menjadi tidak berbau, bekuan karet pulen dan tidak berbahaya di pohon karet karena air asap ini tidak menggunakan bahan kimia.

Peluang untuk mengembangkan usaha ini adalah akan berusaha mengembangkan asap cair ini karena banyak sekali manfaat atau kegunaannya. Disamping itu juga untuk kami mengurangi polusi udara dari pembakaran arang agar asap dari pembakaran tidak mengganggu lingkungan. Limbah asap ini akan kami kembangkan hingga menjadi produk unggulan. Kendala lain yang dihadapi adalah kurangnya pasokan asap cair karena tidak semua pabrik arang putih bisa memanfaatkan limbah asapnya menjadi air asap cair. Karena kami mempunyai banyak cabang usaha arang putih ini jadi kami siap untuk melayani pesanan bagi yang berminat ingin mencoba menggunakan asap cair produk kami ini. Biaya produksi yang dibutuhkan adalah dalam 1 (satu) tungku atau dapur diperlukan biaya sekitar Rp 2.000.000 untuk pembelian kayu produksi. Dan untuk upah tenaga kerja dalam 1 (satu) tungku dan biaya operasional lain-lain berkisar Rp 3.500.000. Proses pengolahan arang putih ini memakan waktu cukup lama 14-20 hari hingga menjadi arang putih siap dipanen. Keuntungan yang diperoleh adalah hdari produksi arang putih ini tidak menentu karena arang putih ini ada 5 (lima) ukuran yakni L,M,S,D & E yang mana setiap ukuran berbeda-beda harga jualnya. Harga jual  yang paling tinggi adalah arang putih dengan ukuran L (Panjang 20 meter) dihargai Rp 13.000/kg , dan ukuran yg paling kecil E dihargai dengan harga Rp 3.000/kg. Sehingga untuk hasil bersih tidak menentu tergantung dengan hasil proses produksi, Tetapi minimal hasil bersih dalam 1 (tungku) adalah Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 5.000.000.

Sementara itu modal awal usaha ini adalah untuk pembuatan tungku arang putih ini lumayan besar, biaya pertungkunya sekitar Rp 25.000.000.Dalam 1 (satu) tungku diperlukan bata merah sekitar 16.000 dan disekitar tungku harus ditimbun tanah setinggi dinding tungku supaya tungku berdiri kokoh dan tidak mudah roboh. Untuk menyusun bata hanya memakai tanah liat atau lempung, tidak menggunakan semen. Kami mempunyai 4 (Empat) tungku dan total modal awal kami sekitar Rp 130.000.000 termasuk biaya operasional lain-lain. Apabila ada yang berminat dengan produk air asap cair kami bisa langsung menghubungi kami di no handphone 0813-1886-1288 dan apabila ada yang berminat ingin mencoba memakai air asap cair bisa juga menghubungi CV.Tiga Saudara.


  Hits (64)    Waktu :15-06-2017 (15:17:48)   Komentar (1)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Pengirim : sample@email.tst
Hari : 2017-10-18, Tanggal : 18-10-2017, Waktu : 02:01:01
Komentar : 1

Hal  
1