Jumat, 21-02-2020,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Ekspose Laporan Akhir Pengolahan Umbi Maya sebagai alternatif bahan pangan di Kabupaten Balangan

1.   Acara dibuka dan dimoderatori oleh Kepala Balitbangda Aidinnor,S.Sos dengan narasumber Anhar Firdaus, ST koordinator peneliti dari Badan Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Acara diawali sambutan dan perkenalan dari Kepala Balitbangda, pada kesempatan ini disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari ekspose pendahuluan rencana pelaksanaan kegiatan. Balitbangda dengan Baristand melalui penelitian ini berharap bisa menggali potensi pemanfaatan umbi maya menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi, yang secara tidak langsung bisa mengangkat perekonomian petani dan pelaku usaha umbi maya.

2.    Dilanjutkan dengan paparan dari peneliti mengenai latar belakang kegiatan, permasalahan, tujuan dan keluaran, roadmap penelitian, metodologi penelitian, diterminasi spesies umbi maya, hasil dan analisis pengujian kalsium oksalat, hasil dan analisis pengujian proksimat, potensi pemanfaatan umbi dan tepung umbi maya, analisis finansial usaha pengolahan umbi dan tepung umbi maya, sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan.

3.    Beberapa hal yang ditekankan disini adalah bahwa goal/ tujuan akhir adalah Balangan menjadi sentra umbi maya, diharapkan akan ada investor tertarik mengolah umbi maya dan dieksport, produk akhir adalah tepung yang nilai jualnya jauh lebih tinggi dibandingkan umbi maya dalam keadaan basah dan chips. Potensi umbi maya di Kabupaten Balangan sangat besar namun belum dimanfaatkan secara optimal (sebagai bahan baku industri, makanan terapi penderita diabetes dan diet, dll) serta peluang pasar dangat besar yakni permintaan dari Jepang, Korea, Taiwan dan Eropa. Sehingga Balitbangda Balangan dan Baristand melakukan penelitian berkesinambungan selama 3 tahun dengan harapan dapat menghasilkan sediaan bahan baku, produk pangan alternatif dan bisa mendirikan sentra glukomanan di Balangan. 

4.   Hasil diterminasi menunjukkan bahwa spesies dari marga amorphopallus yang dominan ada di Kabupaten Balangan adalah Amorphophallus Muelleri (umbi porang). Setelah melalui beberapa kali perlakuan yakni pengeringan alami dan buatan, perendaman dengan larutan garam, pengeringan alami dan buatan, perendaman larutan asam asetat maka diperoleh hasil kandungan kalsium oksalat mengalami penurunan paling besar dengan perlakuan perendaman larutan garam 6% selama 30 menit. Hasil analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi yang ada di umbi maya ini (kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat dan sarat kasar).

5.   Keberhasilan pengembangan Umbi maya ditentukan oleh empat hal yakni penyediaan bibit, lahan, dukungan modal dari pemerintah dan pemantapan pemasaran, selain itu juga perlu dukungan infrastruktur, kelembagaan yang aktif dan pendampingan oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

6.       Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan penanya adalah sebagai berikut :

  1. Arief dari Link B

Ini merupakan informasi baru bagi kami, syarat eksport cukup ketat (kualitas, kuantitas, likuiditas) apakah semua syarat ini bisa dipenuhi. Melihat di slide bahwa harga hasil panen setiap tahun adalah Rp.25.000.000,-/ ha/ tahun artinya bagaimana bisa merangsang petani agar mau beralih dari komoditas yang menguntungkan (lada, karet) menjadi umbi maya. Selain itu juga perlu adanya riset yang lebih mendalam mengenai aspek bisnisnya agar lebih dilirik investor.

  1. Sirad dari Disnakertrans

Upah pekerja di Balangan lebih tinggi dibandingkan upah pekerja di Banjarmasin, sehingga bisa jadi kalah bersaing apabila industri umbi maya tersebut berdiri di Balangan. Selain itu juga apakah umbi maya bisa tumbuh di daerah bawah (rawa/ di antara sawit)?

  1. Mutia Rahmi, SP

Umbi maya ini adalah hal baru bagi kami, belum termasuk di komoditas pertanian karena sementara ini komoditas unggulan adalah kedelai, padi dan jagung). Bagaimana pengelolaan dan pemasaran yang selama ini dilakukan, dan kedepannya perlu melakukan pendataan tanaman umbi maya di Balangan

  1. Joni Sulistianto

Selama 5 tahun terakhir umbi maya basah dari 5 kabupaten (Tabalong, HST, HSU, Balangan, HSS) adalah 200-300 ton. Sejak tahun ini umbi maya basah sudah tidak dikirim lagi jadi fokus ke chips, namun terkendala alat/ mesin perajang yang masih kurang sehingga diiris manual. Dengan jarak tanam ideal 30-40 cm lebih kurang 35.000 sekian pohon. Peluang dari menjual katak juga cukup besar, jika 1 pohon 30-40 biji dalam 1 ha bisa 350.000 biji katak dengan harga jual tinggi. Porang/ umbi maya ini sangat menguntungkan, harga jual chips/ kg adalah sebesar Rp.30.000, sedangkan dalam bentuk tepung Rp.280.000-300.000,- per kg. Hal yang ingin ditanyakan adalah setelah semua perlakuan yang sudah dilaksanakan apakah tepung yang dihasilkan sudah pernah diuji lagi penurunan kandungan oksalatnya? SNI tepung kue juga belum pernah dilaksanakan.

Jawaban pak anhar

Usaha budidaya maupun pengolahan umbi maya sebaiknya dijadikan sampingan sambil menjalankan usaha yang utama. Harapannya ada 1 desa yang dijadikan wilayah percontohan. Hasil diskusi dengan Bp. Joko Purnomo (Kajur Budidaya Pertanian ULM) sudah bersedia untuk menangani masalah budidaya umbi maya, namun belum selesai proposal penelitiannya. Termasuk apakah bisa tumbuh di daerah lapang, bisa saja namun dengan perlakuan khusus. Umbi maya mempunyai masa dorman, menjadi masa puncak panen karena saat itu kandungan nutrisinya paling besar. Sehingga kedepannya perlu adanya pendampingan dari konsultan karena kalau dari PNS maupun perusahaan mendampingi sendiri terkendala waktu yang terbatas. Dari usaha pengolahan umbi maya tersebut bisa disebarluaskan melalui pameran-pameran (tanaman, tepung, mie, keripik) dimulai dari masyarakat Balangan sendiri yang membeli hingga masyarakat luar mengenai juga dengan melibatkan ahli pemasaran dari dalam kabupaten.

 


  Hits (14)    Waktu :27-12-2019 (09:13:02)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal