Selasa, 15-10-2019,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Ekspose Laporan Pendahuluan Identifikasi Potensi dan Analisis Usaha Ekonomi Lokal Berbasis Klaster di Kabupaten Balangan

Kajian Identifikasi potensi dan analisis usaha ekonomi lokal berbasis klaster adalah usulan dari Bappeda sebagai langkah pemerintah dalam membuat perencanaan pengembangan ekonomi lokal. Karena sasaran kegiatan ini adalah a) mengidentifikasi kondisi Potensi ekonomi lokal Kabupaten Balangan;b) mengidentifikasi jenis usaha lokal skala UMKM yang berkembang; c) mengidentifikasi kebutuhan pengembangan klaster usaha berbasis komoditas atauekonomi lokal;d) mengidentifikasi tantangan untuk pengembangan klaster di Kabupaten Balangan; e) merumuskan strategi dan arah kebijakan pengembangan klaster; f) menyusun program prioritas pengembangan klaster; dan g) menyusun rencana aksi daerah (RAD) pengembangan klaster.

 

Ekspose laporan pendahuluan dilaksanakan pada Kamis, 04 Juli 2019 di Aula Balitbangda, acara diawali dengan paparan oleh tim ahli yang dilanjutkan dengan pertanyaan dan masukan dari undangan.  Ibu Zulfa (YABN) menjelaskan bahwa YABN merupakan group Adaro untuk membangun masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan, program kegiatan yang dilaksanakan di bidang perkebunan terutama karet sudah dilaksanakan dari tahun 2011 sampai sekarang. Sekita 36 Ha, membuat kebun model pada beberapa desa, pendampingan dari mulai pembukaan lahan sampai pasca panen. Kegiatan pasca panen dimaksidkan untuk meningkatkan kualitas karet atau untuk meningkatkan harga barang. Sampai saaat ini pendampingan untuk pembuatan asap cair untuk pembeku lateks pada koperasi suangi kihung lestari di desa Kalahiang. Kendalanya adalah pada sektor pemasaran, walaupun asap cair yang dihasilkan sudah ada brand nya yaitu eco deorab tapi konsumen asap cair masih untuk sekitar desa saja. Belum dijual keluar. Selain perkebunan program juga dilaksankan untuk pendampingan pembuatan sasirangan berbahan alami yaitu di desa Liyu samdengan asap cair jg masih terkendala pemasaran, Desa Liyu juga ada pendampingan untuk wiata Desa Liyu.

Ibu Febry (Bappeda) menjelaskan bahwa di Bappeda sudah ada FEDEP (Forum Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pengembangan ketenaga kerjaan). Informasi dari hasil penelitian sangat diperlukan untuk dan sangat memerlukan roadmap pengembangan ekonomi lokal, meminta secara lebih detail hasilnya nanti terutama dalam merumuskan klaster produk unggulan, hal ini ditambahkan oleh pernyataan dari Noviandi Erhan (Bappeda) bahwa kalau bisa untuk pengklasteran tidak hanya berdasarkan kesamaan karakteristik tapi juga berdasarkan adanya saling keterpaduan dan apakah ada teori khusus untuk pengklasteran.

Bapak Yuriadi Ilmi (BPS) menginformasikan bahwa dari hasil sensus ekonomi tahun 2016 terdapat 11.888 UMKM dan 25.098 Tenaga kerja. Dari data yang ada penduduk banyak bekerja di sector pertanian khususnya disektor perkebunan karet, dengan kajian ini sangat diharapkan bisa memunculkan sector lain selain perkebunan misalnya cabe, tomat, palawija (jagung pakan). Sementara itu kendala dalam mnengkatkan harga karet salah satunya adalah adanya monopoli dari pabrik karet. Data BPS untuk tahun 2018 rilis sekitar bulan Agustus –September, khusus untuk data penduduk sudah ada sampai tahun 2020 karena masih bersifat proyeksi. Selain itu sampling kelapangan benar-benar dilakukan sesuai prosedur. Ibu Muntiara (Dinas Ketahanan Pangan) meminta sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup juga diundang, kaena di LH ada konsep tentang karakteristik Lokal. Perlu ditambah sector kehutanan misalnya bambu/paring yang sangat banyak terdapat di Balangan dan desa binaan dari Ketapang yaitu di Desa Halong membuat dodol pisang dan di Desa Pulantan membuat dodol dari Rebung. Gaharu, Bambu dan anggrek termasuk kearifan lokal yang ada di Balangan.

Bapak Syaiful Arif (Ketua Link- B)  menjelaskan bahwa Link B dari 4 tahun lalu mendampingi UMKM yang ada di Balangan, dengan hasil kajian ini sangat berharap dapat membantu UKM yang ada di Balangan. Kendala-kendala yang ada di lapangan yaitu dari manajerial, pemasaran, modal dan produksi, sisi manajerial dan pemasaran sampai saat ini belum tersentuh. Stimulus pasar bisa dilakukan dengan adanya car free day/Sunday morning. Bapak Anton Ciptadi (Dinas Pertanian) Bidang Tanaman pangan menjelaskan bahwa bidang tanaman pangan memeiliki data tentang data produksi, dan pencagahan pengurangan hasil panen, Bidang Hortikultura (Pisang talas, Labu dan cempedak), bidang peternakan (telur sampai pasca panen), daya saing petani masing sangat kurang, masih dibuai alam sehingga inovasi sangat kurang, jagung pakan dalam beberap tahun ini di Balangan menjadi primadona (banyak ditanam petani).

Ibu Ning (UKM Keripik pisang Talas) menjelaskan bahwa di Link B banyak UKM yang sangat terbantu, tetapi yg dirasa saat ini masih sangat perlu bantuan dari pemda adalah dari segi pemasaran, misalnya ada fasilitas dari pemda untuk pemasaran di tempat-tempat yang strategis di pinggir jalan. Ibu Aspiani (Sekretaris Dinas Perikanan) menjelaskan sudah adanya Tim Promosi Daerah (di setda Bidang ekonomi), Bioflok kebanyak masih dapat dilaksnakan masyarakat karena masih terdapat beberapa kendala misalnya listrik harus ada 24 jam, adanya Balai Benih Ikan (BBI) di desa Gunung Manau. Adanya pusat pelayanan usaha terpadu yang juga dibantu oleh CSR di Diskoperind. Informasi dari DPMPD (Ibu Nordiani) yakni ada program kegiatan dari PMD untuk Bumdes, saat ini Bumdes masih sulit mencari usaha yang pas, sehingga dipelukan adanya studi kelayakan usaha Bumdes.

 


  Hits (10)    Waktu :08-10-2019 (14:21:33)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal