Kamis, 12-12-2019,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Focus Group Discussion (FGD) Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Balangan

Angka Kematian Bayi merupakan isu permasalahan serius selain Angka kematian Ibu yang sudah dikaji Balitbangda tahun 2018 lalu. Melalui kegiatan FGD ini bisa digali dan difokuskan lagi informasi mengenai angka kematian bayi di Kabupaten Balangan. Acara yang dilaksanakan pada 10 September 2019 di Aula Balitbangda ini diawali dengan pembukaan acara FGD oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan Drs. H.M. Hifni Effendi, M.AP sekaligus memoderatori acara. Ibu Ainun Faridah, SKM Kabid Kesehatan Masyarakat menjelaskan mengenai Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Balangan, AKB sebagai target SDG’s dan IKU RPJMD tahun 2016-2021, definisi dan penyebab AKB, situasi hulu (pernikahan anak, remaja putri mendapat TTD, ibu hamil kurang energi kronis, Ibu hamil anemia, cakupan komplikasi maternal ditangani, rujukan kasus risti maternal absolut), dampak AKB, jumlah komplikasi neonatus 2018, jumlah BBLR, jumlah kematian bayi berdasarkan puskesmas, jumlah kematian pos neonatal, upaya yang dilakukan selama ini. Dari paparan ini bisa digarisbawahi bahwa jumlah kasus kematian bayi 4 tahun terakhir cenderung fluktuatif yakni tahun 2016 sebanyak 31 kasus, tahun 2017 sebanyak 41 kasus, 2018 sebanyak 37 kasus, dan Juli 2019 27 kasus yang masih mungkin bertambah lagi. Kasus terbanyak terjadi diantaranya di Puskesmas kecamatan Paringin (tahun 2017), Halong (2017, 2018), Awayan (Juli 2019). Kematian bayi diduga berkorelasi dengan faktor pernikahan dini, karena ibu belum siap secara reproduksi yang mana Balangan memiliki angka pernikahan dini terbesar kedua setelah Kabupaten HSS (58,11%). Dilanjutkan dengan paparan dari dokter spesialis anak dr. Ratna Indiryani, Sp.A yang menjelaskan penyebab-penyebab kematian bayi.

dr. Nyoman Spesialis Kandungan menjelaskan bahwa Kondisi ibu hamil di Kabupaten Balangan masih memprihatinkan, kebanyakan anemia dan kontrol yang kurang sesuai aturan. Perlu koordinasi semua pihak (dinas sosial, ketahanan pangan, dinas pendidikan) untuk memberikan penyuluhan bagaimana kehamilan yang sehat, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap program-program kesehatan yang dilakukan (pemberian tablet tambah besi, kelas ibu hamil, dll). Bp. Agus Puskesmas Tanah Habang menjelaskan bahwa perlu kerjasama dengan bidang yankes untuk peningkatan sarana kesehatan; peran puskesmas harus lebih ditingkatkan, tidak hanya sekedar pelayanan tetapi juga edukasi kepada masyarakat. Ada 3 faktor penyebab kematian bayi: pendidikan, infrastruktur (apakah mudah untuk mendapatkan akses kesehatan) dan kualitas pelayanan kesehatan

Ibu Rusmilawati Kabid Pelayanan Medik BLUD RSUD Balangan menyebutkan bahwa untuk menurunkan angka kematian bayi perlu kerja keras dari semua pihak lintas sektor terkait. Perlunya penguatan KIE kesehatan kepada masyarakat. Bapak Rusnadi Kepala Puskesmas Halong menjelaskan penyebab kematian bayi cukup besar di Halong adalah faktor kurangnya sarana (hanya ada 1 ambulan keliling) dan perlunya upgrade pelatihan bagi tenaga kesehatan. Ibu Hj. Fathiah Kabid Kebidanan BLUD RSUD Balangan menyebutkan bahwa perlunya peningkatan edukasi kehamilan kepada pasangan pernikahan usia dini; meningkatkan penjaringan ibu hamil secara dini sehingga risiko-risiko kehamilan dapat terdeteksi lebih awal dan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman terhadap pemanfaatan tablet tambah darah. Semetara itu Ibu Ismely Bikor Puskesmas Paringin Selatan menginformasikan bahwa dari Januari-Agustus ada 7 kasus kematian  di wilayah Puskesmas Paringin Selatan dengan penyebab BBLR, diare, pneumonia, asfiksia sehingga perlu nya update ilmu untuk mengenai penanganan kegawatdaruratan. Ibu Norhardina Bikor Puskesmas Tebing Tinggi menjelaskan bahwa dari 2018 di wilayah Tebing Tinggi ada 5 kasus kematian bayi, 2 diantaranya disebabkan karena kelainan jantung, tidak ada hubungannya dengan kehamilan usia dini. Bikor Puskesmas Halong (Nurjannah) menginformasikan, ada 7 kasus kematian bayi, dari ke 7 kasus tidak ada yang disebabkan karena kehamilan usia dini. 50% ibu hamil di puskemas Halong memiliki faktor risiko. Dari 7 kasus kematian bayi yang terjadi  disebabkan karena BBLR/ tidak cukup bulan hanya 27 sd 28 minggu (4 kasus),  bersalin di perjalanan dan asfiksia berat (1 kasus),  kelainan bawaan jantung (1 kasus) dan kelainan hati (1 kasus), 2018. Sampai september 2019 ada 3 kasus kematian bayi yang disebabkan BBLR. Upaya yg sudah kami lakukan diantaranya  kunjungan ibu hamil risti, kelas ibu hamil, penjaringan ibu hamil tetapi masih belum fokus, selama ini hanya dijadikan program sekunder.

 

Dari FGD ini dapat ditarik benang merah dan kesimpulan sebagai berikut :

a.     Pembentukan tim lintas sektoral penurunan angka kematian bayi karena permasalahan kematian bayi melibatkan banyak faktor. SKPD terkait diantaranya adalah Bappeda, Dinas Pendidikan, Kemenag, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pengendalian penduduk dan KB, dll

b.     Melaksanakan evaluasi terhadap program-program upaya penurunan angka kematian bayi yang selama ini sudah dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan/ kegagalan program tersebut

c.      Meningkatkan kinerja pelayanan semua tenaga kesehatan terkait, tidak cepat merasa puas dan merasa maksimal terhadap kinerja yang sudah dilaksanakan

d.     Menggali lagi akar permasalahan mendasar dari faktor-faktor penyebab kematian bayi dengan melaksanakan kajian lanjutan

e.     Penambahan sarana dan prasarana di RSUD Balangan untuk pelayanan khusus kepada bayi

f.       Tenaga kesehatan lebih sering dan proaktif dalam memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat dan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan, ASI eksklusif, resiko hamil ketika pernikahan dini, deteksi, keluarga berencana,

g.     Menjadikan program kelas hamil sebagai program utama untuk ibu hamil


  Hits (11)    Waktu :08-10-2019 (13:43:11)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal