Jumat, 24-05-2019,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Ekspose Laporan Pendahuluan “Kajian Pengaruh Penyelenggaraan Diklat terhadap Efektifitas dan Efisiensi Anggaran di Kabupaten Balangan

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan, Bapak Drs. H. M. Hifni Effendi, M. AP. Acara dihadiri perwakilan dari tim peneliti LPPM Universitas Lambung Mangkurat yang terdiri dari: Ibu Rabiatul Adawiyah, Bapak Nasruddin dan Bapak  Wahyu. Undangan yang hadir diantaranya adalah perwakilan dari: BKPPD Kab. Balangan, Bappeda, Badan Keuangan Daerah, Dinas PU dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Diskominfo, dan Kabag Organisasi SETDA

Latar belakang kajian ini adalah penyelenggaraan  pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) yang dilaksanakan di Kabupaten Balangan selama ini dengan pola penyertaan ke berbagai lembaga pelatihan terakreditasi, salah satunya ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, dengan beberapa permasalahan:
  1. Jumlah yang diusulkan sangat tergantung dengan kuota yang diberikan oleh BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan.
  2. Banyaknya pejabat struktural yang belum mengikuti pelatihan khususnya Pelatihan Kepemimpinan.
  3. Peserta pelatihan keluar provinsi dengan konsekuensi biaya pejalanan dinas atau anggaran yang diperlukan menjadi bertambah besar.
Tujuan penelitian ini antara lain: 

  1. Mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan pelatihan kepemimpinan (LAPIM) di Kabupaten Balangan.
  2.      
  3. Mengkaji efisiensi dan efektifitas anggaran dengan pola fasilitasi dan penyertaan kegiatan pelatihan kepemimpinan (LAPIM) di Kabupaten Balangan.
  4.      
  5. Menganalisis pengaruh penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan (LAPIM) tehadap efisiensi dan efektifitas pembiayaan di Kabupaten Balangan.

 Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Mixed Methods Research yang selanjutnya dilakukan survey dan dianalisis menurut tujuan/sasaran penelitian. Sampel penelitian yang ditentukan purposive sampling kepada penyelenggara (BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan), pejabat pengusul, dan peserta Kabupaten Balangan dengan total 57 orang. Variabel penelitian yaitu variabel kebutuhan biaya kegiatan (pola fasilitasi dan pola penyertaan), dan variabel efektifitas dan efisiensi anggaran (pola fasilitasi dan pola penyertaan).

Analisis data yang dilakukan adalah untuk mengkaji efisiensi dan efektifitas anggaran dengan pola fasilitasi dan penyertaan menggunakan skala Likert dengan  rentang skor 1-4 dan telah diuji validitasnya, dengan indeks menggunakan standar penilaian dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Tahun 2018.  Analisis statistik dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh masing-masing pola terhadap efektivitas dan efisiensi pembiayaan.  Untuk  menganalisis kebutuhan dan efisiensi biaya kegiatan pelatihan kepemimpinan dengan pola fasilitasi maupun pola penyertaan mengacu kepada Lampiran Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 2 Tahun 2017 tentang Rincian Biaya Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I, II, III, IV, Pra Jabatan Calon PNS Golongan III, II, dan I serta Pra Jabatan PNS Golongan III yang diangkat dari Tenaga Honorer Kategori 1 dan/ atau 2.

Beberapa pertanyaan/saran  dari peserta antara lain:
Bapak Hafizhullah  Abduh (BKPPD Kab. Balangan)
  • -Yang paling memungkinkan dilaksanakan adalah pelatihan dengan pola penyertaan dan pola fasilitasi karena untuk pola swakelola membutuhkan SDM, fasilitas sarana prasarana, responsive gender, panitia penyelenggara yang mengikuti atau memiliki sertifikat Training Officer Course, dll

  • -Pelatihan struktural/kepemimpinan masuk dalam RPJMD Kab. Balangan 2016- 2021 di misi keenam dengan indikator persentase peningkatan sumberdaya aparatur yang mengikuti diklat struktural. Sampai dengan tahun 2018 telah tercapai target sebesar 44,4% dari target yang ditetapkan sebesar 81% pada tahun 2021. Target ini kemudian direvisi menjadi 65% dari 675 orang.

  • -Untuk pola fasilitasi bisa dilakukan dengan 2 skema: pertama, dilaksanakan di daerah dengan syarat kita mempunyai asrama, gedung yang representative, dll, Kedua, bisa menumpang di BPSDM sebagai lembaga  pelatihan terakreditasi dengan konsekuensi kita bayar sewa, dapur, asrama, ruang pertemuan, dll. Di Tabalong mereka menyelenggarakan diklat pola fasilitasi di daerah dengan tetap di survey oleh BPSDM sebagai penjamin mutu. Untuk skema kedua, Kab. Tanah Bumbu pernah melaksanakan dengan jumlah peserta diklatpim yang lumayan banyak dan anggaran yang besar.
Bapak Syaifullah Abdi (Badan Keuangan Daerah)
  • -Biaya penyelenggaraan diklatpim dengan pola fasilitasi adalah 1,5 M persatu kelas dengan 40 orang peserta.
Ibu Erna (Kabag Organisasi SETDA)
  • -Kajian ini memang tidak mendongkrak sasaran strategis IKU namun masuk pada pencapaian indikator kinerja daerah yang menjawab peneyelenggaraan urusan pemerintahan.
Bapak Syarwani (Sekretaris Dinas PUPR)
  • -Ketika hasil penelitian ini nantinya merekomendasikan agar diklatpim dilaksanakan di Kabupaten Balangan, perlu mempertimbangkan kualitas penyelenggaraan baik program kegiatan pelatihan maupun kelayakan terhadap peserta.
Bapak Kamal (Dinas Pendidikan)
  • -Harus tetap dikaji pembandingnya walaupun pola fasilitasi ini tidak dilaksanakan di Kab. Balangan.
Ibu Dahmila (Dinas Kesehatan)
  • -Apakah 57 sampel sudah bisa mewakili untuk kajian ini ? Sebaiknya diambil juga sampel dari 8 kecamatan
Tanggapan:
-Fokus penelitian ini adalah pola penyertaan, pola fasilitasi yang sifatnya prediksi.
-Skema penelitian ini: BPSDM → HSS → Tabalong → Balangan

  Hits (12)    Waktu :28-03-2019 (10:14:51)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal