Jumat, 24-05-2019,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Focus Group Discussion Pengembangan Wisata di Kabupaten Balangan

Pada hari ini, Rabu, tanggal Tiga bulan Oktober tahun Dua Ribu Delapan Belas di Ruang Rapat Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Balangan telah diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengembangan Wisata di Kabupaten Balangan” yang dihadiri oleh pemangku kepentingan sesuai dengan daftar hadir peserta yang tercantum dalam lampiran I berita acara ini.

Setelah memperhatikan, mendengarkan, dan mempertimbangkan :

1. Sambutan sekaligus pembukaan acara FGD oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan Dr. Akhriani, S.Pd, M.AP, yang membahas memberikan pengantar berupa :

a. FGD adalah kegiatan diskusi terpusat dan fokus membahas isu yang ada di Kabupaten Balangan (pertumbuhan ekonomi, pengelolaan parkir pasar dan PKL Paringin, gizi buruk, dll) guna menghasilkan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi pengambil kebijakan dalam hal ini adalah dinas teknis terkait.

b. Sudah terdapat perencanaan/ perangkat lunak yakni RIPDA tahun 2015, Perda Pariwisata, Grand Design Pariwisata Baruh Bahinu tahun 2017 sehingga perencanaan pengembanga pariwisata diharapkan tidak melenceng dan tetap mengacu pada perencanaan yang sudah disusun. 

c. Dari FGD ini harus bisa dihasilkan rekomendasi salah satu obyek wisata unggulan yang layak untuk dikembangkan

d. Tim progres percepatan pembangunan pariwisata sudah melakukan rapat teknis yang menghasilkan 10 destinasi wisata

e. Bisa belajar dan mengadopsi Desa Pujon Kidul Pegunungan Batu, pengelolaan sudah bagus (pengelolaan dana desa dengan pembagian hasil) dengan melibatkan semua unsur/ kolaborasi pengelola. Promosi wisata sudah bagus dengan menghubungi penginapan dan hotel, pengelolaan retribusi sudah bagus. Walaupun yang “dijual” sebagai atraksi utama adalah alam, namun yang memperoleh manfaat adalah dari masyarakat sekitar, pengrajin dan UKM disekitarnya. 

2.  Paparan materi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan H. Rodi Rahmady Noor, S.Sos, MM.Pub dengan judul Menuju Wisata Unggulan (Sebuah Harapan dan Impian) yang menjelaskan mengenai :

a.   Permasalahan dari obyek wisata di Kabupaten Balangan dan diharapkan adanya solusi penyelesaikan bagi permasalahan yang terjadi.

b.   10 obyek wisata di Kabupaten Balangan diantaranya adalah Desa Wisata Kapul, Air Terjun Tayak, Desa Liyu Halong, Wisata Datu Kandang Haji Juai, Danau Baruh Bahinu, Islamic Center Masjid Al Akbar, Taman Hijau, Benteng Tundakan Awayan, Gunung Batu Desa Sungsum, Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi

c.    Secara garis besar permasalahan pengembangan obyek wisata adalah :

-    Belum dikelola/ ditata secara optimal

-   Akses jalan ke lokasi obyek wisata cukup jauh dan belum semuanya terbuka (jalan setapak)

-    status jalan (milik masyarakat, kawasan hutan lindung kawasan hutan produksi, dan kawasan sempadan sungai)

-  minimnya fasilitas umum (tempat parkir, tempat istirahat, toilet umum dan penerangan)

-    perlunya perencanaan yang matang (masterplan, grand design, dan DED)

-    Masih kurangnya promosi pariwisata

3.  Tanggapan dan saran dari seluruh peserta FGD adalah sebagai berikut :

a.   Bapak Imam Turmudi Kabid Kebudayaan Disdik, mengenai pengemasan pariwisata lebih bagus lagi, dengan membuat paket wisata.

b.   Bapak Gazali Dinas Kepemudaan dan Olahraga mengusulkan dari 10 destinasi lebih dikerucutkan lagi/ dipilih, sehingga bisa fokus lagi dalam kurun waktu 2-3 tahun.

c.   Bapak Nanang Edward DPMPD, sesuai dengan UU desa Nomor 6 Tahun 2014, Desa diberi kewenangan sebesar-besarnya untuk mengelola pariwisata, melalui Bumdes, desa sangat leluasa menggunakan dana desa,

d.   Bapak Agus Zaidan, S.Pd, Camat Tebing Tinggi menjelaskan potensi Desa Gunung Batu dan Sungsum, terdapat situs prasejarah ditandai dengan penemuan mata tombak, membuktikan bahwa manusia purba sudah tinggal di gua. Bentuk mata kapak di pinggir sungai/ pemandian. Di 4 (Desa Dayak Pitap – Ajung, Dayak Pitap, Kambiyain, Langkap) keterampilan sudah sangat berkembang, sehingga diharapkan bisa diangkat lagi.

e.   Bapak Zainal Abidin, Dinas Perdagangan. Industri pariwisata yang menghasilkan keuntungan, devisa dan PAD bagi daerah. Memilih 1 obyek wisata prioritas yang layak dijual, mendatangkan tamu lokal maupun luar sehingga mendatangkan PAD bagi daerah.

f.   Bapak Saiful Arif Link B, UKM banyak tersaji di Sanggam mart, wisata melihat pengolahan produk UKM (mandai, gula semut, halong) terutama tamu-tamu Adaro dan menjadi pemasukan karena harus membayar sejumlah uang. terdapat 6 klaster (mandai di Riwa, anyaman Bamban, Halong sasirangan, Liyu sasirangan lebih unik karena menggunakan pewarna alami).  Menjaring 243 UKM baru di Balangan, herbal minyak-minyakan dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Bersama Link-B melakukan skoring obyek wisata mana yang akan menjadi icon pariwisata.

g.    Bapak Bustami, DPMPTSP. Pengunjung stan selalu mempertanyakan infrastruktur -  kelengkapan sarana dan prasarana. Lokasi wisata kita jauh, sehingga diusulkan untuk mengutamakan infrastruktur termasuk homestay.

h.   Bapak Kamrani, Dinas Perkim.  Dalam proses pemilihan obyek wisata unggulan adalah bisa dibagi menjadi 2 yakni full pendanaan dan pengelolaan pemerintah, dan yang kedua adalah pengelolaan wisata oleh masyarakat. Permasalahan tanah di obyek wisata yakni (kepemilikan, sempadan). Wisata tidak termasuk 18 kepentingan umum, namun bisa juga dimasukkan ke dalam fasilitas umum, karena pengadaan tanahnya adalah untuk jalan dan sarana wisata.

i.    Bapak M Hapri Kasim Camat Halong, di Halong ada 2 obyek wisata yakni Desa Kapul dan Liyu. Tujuan dari pariwisata adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, perlu sentuhan inovasi termasuk UKM yang menjadi satu kesatuan.

j.   Bapak Firman Muttaqin, ST, perlu meneliti jenis pewarna alami dan motif dan persaingan harga, apabila sebuah destinasi wisata prioritas sudah terpilih mohon disediakan lahan untuk memajang produk UKM  Balangan.

4.  Dapat disimpulkan membuat closing statement dari kegiatan FGD ini adalah sebagai berikut :

a. Perlu adanya komitmen dan keberpihakan yang lebih dalam pengembangan pariwisata, khususnya anggaran SKPD leading sector dan SKPD pendukung.

b.    Untuk tataran teknis, perlu adanya :

(1) Koordinasi antar SKPD, dalam bentuk rapat minimal 6 bln sekali  untuk mengetahui progress pengembangan pariwisata olem Tim pengembangan pariwisata;

(2)  Fokus dalam salah satu destinasi yang di usulkan diantara 10 destinasi yang menjadi perhatian utama oleh SKPD pariwisata;

(3)  Kesamaan persepsi dan langkah yang sama dalam pengembangan pariwisata daerah Kab. Balangan.


  Hits (38)    Waktu :14-01-2019 (14:40:50)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal