Selasa, 23-10-2018,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Ekspose Laporan Akhir Analisis Investasi Rencana Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Kabid Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan, Ibu Resty Fauriana, ST, MT. Narasumber adalah tim peneliti dari LPPM ULM  (Dr. Kadir, dan Bapak Doni). Acara dihadiri oleh peserta undangan yang terdiri dari perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kabid Promosi Dinas Penanaman Modal dan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Direktur PDAM Kabupaten Balangan, Kasubbag Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Kasubbag Perundangan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Kabid Aset Daerah Badan Keuangan Daerah Kabupaten Balangan, kabid Anggaran Badan Keuangan Daerah Kabupaten Balangan dan perwakilan dari Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Paparan awal oleh narasumber berupa pendahuluan, tujuan penelitian, tinjauan teori, metode penelitian, hasil

penelitian dan pembahasan yang meliputi 3 pokok bahasan:

a. Kinerja keuangan PDAM tahun 2014-2017 yang diukur dengan rasio keuangan, analisis common size laba rugi,

    analisis common size neraca, analisis arus kas dan prediksi arus kas.

b. Tingkat kepuasan pelanggan PDAM yang meliputi deskripsi responden survey, analisis tingkat kesesuaian harapan (kepentingan) dan kinerja (kepuasan), Indeks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index/CSI), PemetaanImportance dan Performance Analysis (IPA).

c. Kelayakan investasi pengembangan usaha air mineral PDAM Kabupaten Balangan yang meliputi pendahuluan,

    aspek kelayakan investasi (aspek pasar dan pemasaran, aspek operasional, aspek manajemen, aspek keuangan), proyeksi arus kas, dan analisis kelayakan usaha (Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, BenefitCost Ratio).


Adapun kesimpulan dari penelitian yang menjadi temuan peneliti adalah:

a. Kinerja Keuangan PDAM tahun 2014-2017

   - Kinerja Keuangan dilihat dari aspek rentabilitas selama Tahun 2014-2017 belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

    -  Aspek likuiditas menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Balangan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.

   - Aspek solvabilitas menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Balangan mampu dalam memenuhi kewajiban jangka  pendek dan jangka panjang.

    -  Aspek arus kas menunjukkan bahwa walaupun PDAM Kabupaten Balangan setiap tahun mengalami kerugian, namun masih memiliki kelebihan kas dari aspek operasional karena adanya beban penyusutan yang tinggi yang merupakan sumber modal kerja.

     -  Sumber penerimaan kas sebagian besar berasal dari setoran penyertaan modal dari Pemerintah Daerah.

b. Tingkat kepuasan pelanggan PDAM

     - Hasil analisis tingkat kesesuian antara harapan (kepentingan) dan kepuasan atas layanan PDAM Kabupaten Balangan secara rata-rata sebesar 79% ini menunjukan bahwa tingkat kesesuaian antara harapan pelanggan dengan kenyataan kepuasan berada pada kategori sedang (60% s.d 79%) artinya perusahaan PDAM masih harus terus meningkatkan layanannya kepada pelanggan.

    - Tingkat kesesuaian terendah terdapat pada aspek layanan pengaduan, sarana dan masukan dengan tingkat kesesuaian sebesar 57,80.  Kemudian dari hasil perhitungan diketahui bahwa persen kesesuaian pada kategori sedang yaitu biaya/tarif dan maklumat pelayanan dengan tingkat kesesuaian masing-masing adalah 75,90% dan 79,53%. Sedangkan aspek layanan yang lainya sudah baik karena berada pada kriteria tingkat kesesuaian tinggi (>= 80%) antara lain persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, produk pelayanan, kompetensi petugas pelaksana, dan perilaku/sikap pelaksana.

c. Kelayakan investasi pengembangan usaha air mineral PDAM Kabupaten Balangan.

- Kelayakan berdasarkan aspek pasar
• Produk  yang  akan  diproduksi  dan dipasarkan oleh PDAM Kabupaten Balangan untuk tahap pertama adalah air mineral dalam kemasan (AMDK) terbagi dalam 3 kemasan yaitu kemasan gelas ukuran 240 ml, kemasan botol ukuran 600 ml dan kemasan Galon ukuran 19 Liter. Untuk gelas ukuran 240 ml dikemas dalam kardus masing-masing 48 gelas. Sedangkan untuk yang kemasan botol dikemas dalam kardus masing masing 24 botol.
• Harga yang ditetapkan adalah harga yang lebih murah, wajar dan terjangkau bagi konsumen namun tetap mampu bersaing dengan pelaku usaha produk sejenis lainnya. Harga 1 dus ditetapkan sebesar Rp 10.800,- (dua belas ribu rupiah) atau Rp.225 per gelas. Kemasan botol per dus ditetapkan sebesar Rp 36.000, sedangkan gallon dijual dengan harga Rp 12.500.
• Jalur distribusi yang akan digunakan adalah mendekati pasar dengan jalur distribusi yang tidak terpusat. Agar mempermudah aktivitas distribusi dan meminimalkan biaya, maka kabupaten yang memiliki potensi padat akan memiliki 1 distributor. Sedangkan kabupaten yang pasar potensinya relatif rendah,
• Sasaran utama pemasaran produk ini adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah yang sering menggunakan produk air minum dalam kemasan. Konsumen yang menjadi sasaran ini biasanya memilih produk dengan harga rendah. Untuk memperkenalkan produk pertama kali, perusahaan akan melakukan promosi dalam bentuk sponsorship kegiatan-kegiatan, seperti : event olahraga, seminar, musik dan seni, dan promosi pada media cetak (spanduk) dan radio.

- Kelayakan berdasarkan aspek operasional
• Lokasi usaha AMDK PDAM Balangan adalah   dekat dengan  sumber  bahan  baku  yaitu air bersih yang siap diolah untuk produk AMDK.
• Selain dekat dengan sumber bahan baku lokasi operasi juga dekat dengan konsumen sehingga biaya distribusinya tidak terlalu mahal

- Kelayakan berdasarkan aspek manajemen
• Kepemilikan: Usaha AMDK ini akan menjadi salah satu unit bisnis dari PDAM Balangan.
• Manajemen: Dalam mengelola unit bisnis  AMDK  ini akan melibatkan orang lain di luar karyawan tetap PDAM Kabupaten Balangan. Dalam hal ini akan dilakukan perekrutan tenaga kerja sebagai tim manajemennya dengan kualifikasi sesuai dengan kebutuhan usaha.

- Kelayakan berdasarkan aspek keuangan
• Investasi awal yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik AMDK kabupaten Balangan adalah sebesar Rp 4.000.000.000,-.
• Sumber modalnya berasal dari Penyertaan Modal Pemda Kabupaten Balangan
• Rp 1.000.000.000 untuk pembangunan gedung sedangkan Rp 3.000.000.000,- untuk biaya persiapan, biaya pembelian mesin dan peralatan serta biaya modal kerja. Semua investasi diterima sebelum pembangunan pabrik dilaksanakan.

-Analisis Kelayakan Usaha
• Nilai Payback Period 3,73 tahun (<5 tahun), investasi ini layak dijalankan.
• Nilai Net Present Value 365,183,265 (>1), investasi ini layak dijalankan.
• IRR dari Investasi PDAM Balangan diperoleh nilai IRR sebesar 13,67 %. Hal ini berarti bahwa nilai IRR dari Investasi lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu sebesar 10 % sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi ini layak untuk dijalankan.
• Nilai Benefit Cost Ratio 1,09 (>1), investasi ini layak dijalankan.

4. Rekomendasi yang diusulkan adalah:
a. Selama tahun 2014-2017 tidak pernah ada pendapatan dari subsidi tarif, karena itu perlu menjadi pertimbangan pengambil kebijakan mengingat PDAM Kabupaten Balangan masih mengalami kerugian.
b. Diharapkan memperluas pemasangan baru untuk menambah pelanggan dan meningkatkan cakupan layanan.
c.  Efisiensi beban operasional perlu menjadi perhatian.

5. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana peserta memberikan masukan dan pertanyaan untuk penyempurnaan laporan.

a. Bpk. Bustami (Kabid Promosi Dinas Penanaman Modal dan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu)
    • Air yang dijadikan bahan baku berasal dari Sungai Balangan yang berada di wilayah sekitar pertambangan sehingga rentan tercemar logam berat dan E-coli.  Jika Sungai Balangan dijadikan bahan baku air minum apakah tidak ada alternative lain?

b. Bpk. Suryadi (Direktur PDAM)
• Pernyataan modal bukan dari uang tunai melainkan dari aset (dalam bentuk fisik)
• Dari tahun 2014 sampai sekarang belum ada kenaikan tarif, PDAM akan mencoba kenaikan tarif bagi pelanggan kelas atas dan menengah, tapi nanti kenaikannya tidak akan signfikan
• Sekarang sudah ada SMS pengaduan dan untuk pelayanan pembayaran sudah menyebar seperti bank dan kantor pos (akan mencoba ke mart-mart)
• PDAM menggunakan air permukaan (air dalam)
• 83% sudah terjangkau PDAM, sisanya belum karena jauh dari sebaran distribusi penduduk
• PDAM ada piutang, tetapi piutang bermasalah. Jika diuangkan sekitar 500 juta.
• Untuk bahan baku air minum dari Sungai Balangan masih layak, kalau menggunakan sumber air tanah malah dikhawatirkan berbahaya
• PDAM mengalami kerugian karena beban depresiasi yang sangat besar (tidak rugi dari sisi operasi)
• Saat ini PDAM belum ada reklasifikasi pelanggan.

c. Bpk Kadir (LPPM ULM)
• Penyertaan modal dalam bentuk fisik dianggap bukan kas, hanya penambah aset di neraca tetapi di cashflow tidak ada pengaruh penambahan.
• PDAM harus bisa melakukan manajemen aset
• Pemasangan PDAM di daerah terpencil dari segi kualitas tidak maksimal tetapi demi pelayanan bisa dilakukan.
• Coba revaluasi aset, tahun berapa dibeli, berapa harga saat pembelian dan apakah pada saat ini sudah habis disusutkan.
• Bukan mekanisme pasar yang menentukan tariff tapi kebijakan

d. Bpk. Syaifullah Abdi (Kabid Anggaran BKD)
• Penyertaan modal dalam bentuk fisik harus tergambar di laporan keuangan.
• Jika dikembangkan AMDK harus diyakini bahwa bahan baku yang digunakan benar-benar layak untuk dikonsumsi masyarakat

e. Bpk. Cecep (Kabid Pembangunan, Inovasi dan Teknologi)
• PDAM mengalami kerugian karena beban depresiasi yang sangat besar, jangan-jangan ada pembelian berlebihan yang membebani penyusutan.

f. Bp. Roji (Bagian Hukum SETDA)
• Kawan-kawan di DPRD seolah-olah keberatan dengan penyertaan  modal yang terlalu besar, namun tidak ada keuntungan dan PDAM belum bisa menyajikan keuntungan.
• Kinerja PDAM sebenarnya positif, tetapi mindset yang terbangun selalu negative karena PDAM selalu rugi setiap tahunnya. Kondisi keuangan PDAM positif tetapi belum andil terhadap pendapatan daerah

g. Bpk. Mahli (Kasubag Ekonomi SETDA)
• Analisis investasi ini semacam acuan untuk investasi bisa dilanjutkan atau tidak.
• Aset lama yang tidak terpakai lagi bisa dilakukan penghapusan aset,
• Terkait regulasi, sebelum penyertaan modal harus meminta persetujuan pengelola barang dalam hal ini Bpk. Sekda.

h. Bpk. Rasyidan (Kabid Aset Daerah BKD)
• Diharapkan penyertaan modal dalam bentuk barang akan meningkatkan cakupan pelayanan dan kualitas pelayanan PDAM
• Tahapan penyertaan modal: analisis investasi, dikaji kelayakan penyertaan modal, dilakukan appraisal, persetujuan DPRD, draft Raperda.


  Hits (7)    Waktu :04-10-2018 (13:47:14)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal