Jumat, 14-12-2018,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Rapat Koordinasi Terpadu Penyusunan dan Perumusan Isu Strategis Bidang Sosial Budaya

Sambutan dan pembukaan rapat koordinasi oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan mengenai isu strategis

bidang sosial budaya di Kabupaten Balangan dan memperkenalkan instansi Balitbangda. 

Selanjutnya paparan dari Kabid Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan Balitbangda Kabupaten Balangan yang

menjelaskan mengenai latar belakang pembahasan isu strategis, posisi identifikasi isu strategis, metode

perumusan isu strategis, prosedur penyusunan isu strategis, permasalahan pembangunan dan isu strategis

pembangunan.


Dilanjutkan dengan paparan materi oleh Narasumber Bpk. Dr. Budi Suryadi, S.Sos, M. Si dari Universitas  Lambung Mangkurat yang menjelaskan mengenai:

a.    Latar belakang penyusunan dan perumusan isu strategis pembangunan, MDG’s dan revolusi industri 4.0 (rujukan untuk menggali isu strategis), kunci revolusi industri adalah inovatif dan kreatif. Kecepatan teknologi tumbuh lebih cepat dibanding perilaku.

b.    3 indikator utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu indikator pendidikan, indikator kesehatan dan indikator ekonomi. IPM Kabupaten Balangan terendah se- Kalimantan Selatan namun masih menunjukkan progres.

c.     Siklus isu strategis

d.    Isu-isu strategis bidang sosial budaya yaitu

-        Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

-        good governance, apakah pemberdayaan masyarakat sudah civil society, dan sektor swasta (perlu dipikirkan lagi pengganti tambang misalnya sektor pariwisata)

-        Narkoba, trennya naik luar biasa, berkorelasi dengan HIV

-        Konflik sosial, (antar golongan, suku, agama dan ras). Jika konflik nya besar, dampak psikologinya akan besar juga.

-        Kriminalitas (pencurian, perampokan, pemalakan, perkelahian)

-        Pernikahan dini berkorelasi dengan indikator ekonomi, kesehatan dan keberlanjutan pendidikan, punya pengaruh besar terhadap penurunan IPM. Karena kalau sudah menikah dini maka angka kematian ibu meningkat, putus sekolah, beban keluarga menjadi besar (si suami ikut di dalam keluarga perempuan).  Pernikahan dini Kalsel pernah nomor 2 setelah Jabar, namun sekarang berbalik. Karena program BKKBN ditangani daerah, program yang ditangani pusat lebih sukses.

-        Revolusi mental berkaitan dengan revolusi industri, untuk lingkungan sekolah, masyarakat, kantor dan lingkungan sekitar. Cesar program digratiskan bupati, namun ditanah Bumbu tidak diminati. Sedangkan di kota besar cesar adalah status, artinya dia kaya.

-        Budaya Lokal, pengembangan pariwisata budaya lokal jangan dirusak, nilai-nilai norma sebagai dasar sebuah budaya. Dipelihara budaya yang ada, karena bisa mengacaukan masyarakatnya. (Bangunan, tradisi, norma).  Upacara adat, musik, tarian, bangunan.

 

Masuk ke sesi diskusi, dengan beberapa pertanyaan dan masukan antara lain:

a.    Ibu Mulidiah (Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang menyebutkan ada 2 isu yaitu masih rendahnya kualitas SDM perempuan dan terjadinya peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak Perlu adanya peningkatan kualitas SDM perempuan melalui pemerataan, peningkatan akses pelayanan dan kesempatan pendidikan. Penurunan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan kesadaran akan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak-hak perempuan dan anak.

b.    Ibu Norainani (Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) yang menjelaskan 3 program kegiatan DPPKB yaitu menekan laju pertumbuhan penduduk, meningkatkan keikutsertaan ber KB, dan menurunkan angka pernikahan usia dini.  Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan keikutsertaan ber KB  sudah terpenuhi.  Untuk angka pernikahan usia dini cukup tinggi di Kabupaten Balangan dari data KUA yang berdasarkan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dimana perkawinan hanya diijinkan jika perempuan sudah  berumur 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Di Kabupaten Balangan jika sudah memenuhi syarat usia itu bisa dikawinkan sedangkan menurut UU Perlindungan Anak, seseorang yang belum berusia 18 tahun masih dikategorikan anak-anak.  Perkawinan ideal menurut BKKBN adalah saat perempuan berumur 21 tahun dan laki-laki 25 tahun (jika berdasarkan data BKKBN, maka makin tinggilah angka pernikahan usia dini).  Kabupaten Balangan menempati urutan kedua kasus pernikahan usia dini se Kalimantan Selatan setelah Kabupaten HSU.  Pernikahan usia dini yang cukup tinggi berimbas terhadap IPM.  Turunkan angka pernikahan usia dini maka IPM akan naik.  Pernikahan usia dini juga berdampak terhadap meningkatnya perceraian dan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak (kekerasan fisik, penelantaran dan kekerasan psikis).

Tanggapan:

a.    Bpk.  Maharso (Poltekkes Kemenkes Banjarmasin) yang menyatakan bahwa untuk menentukan isu ini strategis atau tidak, maka kronologis dan akar penyebabnya harus dicari misalnya dengan menggunakan diagram ikan.  Dari situ baru dapat diambil kesimpulan bahwa penyebabnya adalah pernikahan usia dini walaupun selanjutnya perlu adanya suatu penelitian atau kajian.

b.    Ibu Mahdalena (Poltekkes Kemenkes Banjarmasin) mengatakan bahwa pernikahan dini memang berefek pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi sehingga ini bisa dikatakan suatu isu. Untuk diangkat menjadi isu strategis perlu penelitian dan kajian untuk mencari akar permasalahannya.  Kasus HIV di Kal-Sel sebanyak 400 kasus pada tahun 2016 merupakan suatu fenomena gunung es yang terlihat hanya puncaknya saja, padahal yang tidak terlihat lebih banyak lagi.   Narkoba dan HIV cukup tinggi di Kabupaten Balangan karena posisi strategis wilayah ini yang berada di pertigaan 3 provinsi.  Semua sektor akan kena imbas dari tingginya angka pernikahan usia dini (pengetahuan harus diperbaiki).


  Hits (10)    Waktu :28-09-2018 (07:58:54)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal