Jumat, 14-12-2018,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Kajian Latar Belakang Kebijakan (Background Policy Paper Study) Ekonomi Kreatif Menuju Daya Saing Daerah

Acara diskusi laporan pendahuluan adalah bagian dari Focus Group Discussion “Kajian Latar Belakang Kebijakan (Background Policy Paper Study) Ekonomi kreatif Menuju Daya Saing Daerah” dalam rangka menghimpun ide, masukan, saran, dan informasi data terkait dengan penelitian tersebut. 

Acara dihadiri perwakilan dari tim peneliti dari Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan Bpk. Herry Azhar Pradana, MBA, Bpk. Muhammad Arief Anwar, ST, MT, Bpk. Yudhi Putryanda, S.Si, Bpk. Ahmad Zaky Maulana, ST, M. Sc dan Bpk. Gusty Syahrany Noor, dan Moderator Kabid Litbang Sosial Ekonomi Pemerintahan  Ibu Resty Fauriana, ST, MT serta perwakilan undangan dari  Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, Link-B, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pariwisata dan para pelaku usaha.

Acara ekspose diawali dengan paparan dari tim peneliti mulai dari mulai latar belakang, rumusan masalah, subsektor ekonomi kreatif, pilar daya saing, metode penelitian dan rencana aksi penelitian. Pada ekspose laporan pendahuluan ini sangat diharapkan masukan dan saran dari peserta ekspose untuk kesempurnaan Kajian Latar Belakang Kebijakan (Background Policy Paper Study) Ekonomi kreatif Menuju Daya Saing Daerah.

Dilanjutkan dengan pertanyaan dan masukan dari undangan.  Beberapa pertanyaan/masukan antara lain :

1. Bpk. Firman Muttaqin (Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan Perindustrian)
-        Perkembangan UKM meningkat semenjak harga batubara dan karet menurun
-        Terkait ekonomi kreatif, pengembangan SDM menjadi hal yang krusial
-        Bidang industri: mendukung pengembangan produk untuk menghasilkan produk-produk turunan dengan memanfaatkan SDA yang ada
-        Subsektor ekonomi kreatif yang saat ini dikembangkan: kuliner (sertifikasi halal, hak merek, standardisasi produk), kriya (kerajinan bamban), fashion (pelatihan pengolahan sasirangan ® pembuatan busana muslim, perlu kreasi lebih lanjut)

2.  Ibu Yuni (Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan Perindustrian)
-        Untuk subsektor kriya dan kuliner, pelaku usaha lumayan banyak (kondisi existing), namun belum tergali
-        SDA Balangan banyak namun SDM kurang
-        Kesulitan sebagai pembina: mengubah pola pikir dari pengembangan usaha berbasis sumberdaya alam menjadi pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif
-        Untuk subsektor kerajinan, lebih susah mencari para pelaku usaha yang memiliki kreatifitas tinggi
-        Untuk pemasaran: pemenuhan standar minimal
-        Anyaman dari bamban, dari barang setengah jadi dibawa untuk dilakukan finishing di tempat berbeda (hal ini dikarenakan kualitas peralatan tidak memungkinkan secara aturan) 

3 Ibu  Ainani (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)
-        Pengembangan madu kelulut: pengembangan produk?, pemasaran?

4.    Bpk. Rohimat (Dinas Ketahanan Pangan)
-        Di Dinas Ketahanan Pangan sudah ada kegiatan penganekaragaman pangan oleh kelompok usaha tani
-        Balangan perlu kreator untuk pengembangan ekonomi kreatif
-        Potensi Balangan: bahan baku melimpah, sumberdaya manusia nya banyak
-        Harus kreatif memanfaatkan bahan baku  yang melimpah misalnya pemanfaatan lateks ke industri sepatu -> sol sepatu? -> pemberian mesin sol sepatu, networking
-        Fokus kajian harus menyangkut hajat hidup orang banyak (perkebunan karet)
-        Mandai -> bahan baku dari Pontianak -> tidak ada penanaman baru dan peremajaan tanaman
-        Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian harus mendukung pengembangan ekonomi kreatif

5.    Ibu Hariani (Dinas Sosial)
-        Peluang pemasaran bagi para pelaku usaha?
-        Fokus produk apa yang ingin ditonjolkan? Sehingga dapat dukungan secara holistik
-        Prospek kedepan yang dapat diandalkan? Produk apa?
-        Sanggam Mart -> memasarkan hasil-hasil UMKM dari Kabupaten Balangan namun seringkali ketersediaan barang tidak selalu tersedia (kontinyuitas barang harus dipertahankan  sehingga dapat mendukung program pemasaran)
-        Kebijakan apa saja yang dapat menunjang ekonomi kreatif di Kabupaten Balangan?

6.    Ibu Erna (Bappeda)
-        Regulasi yang mendukung: dokumen RPJMD (misi ketiga)
-        Rencana Pengembangan Industri Kawasan (prolegda tahun 2018, masuk ke pembahasan), pemisahan industri besar dan kecil
-        Fokus IKM (10 industri) -> wacana sentra IKM -> dokumen sebagai sandaran
-        SDGs (17 item): forum economic depelovement implementation (triple helix- academician, business, government)

7.    Bpk. Barkatillah (Link-B)
-        Balangan terlalu tergantung pada sumberdaya alam
-        Sanggam Mart merupakan perkumpulan UMKM di Kabupaten Balangan yang didukung oleh PT. Adaro Indonesia sebagai showcase UMKM (sebagai salah satu jalur pemasaran)

8.    Ibu Setyoningsih (Pelaku Usaha)
-        Terkadang program SKPD sifatnya hanya jangka pendek bukan kontinyuitas

        Tanggapan

-        Pengembangan ekonomi kreatif harus memperhatikan unsur kompetitif dan unsur komparatif
-        Fokus penelitian ini ada 2: kreator dan regulator yang sudah berjalan yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif.
-        Pendekatan pengembangan masih berbasis potensi produk sedangkan pemasaran belum terlihat (analisis pasar belum ada, standar harga, rasa, packaging, kontinyuitas produk)
-        Pengembangan ekonomi kreatif harus dari hulu baru hilir

  Hits (20)    Waktu :26-09-2018 (15:12:18)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal