Selasa, 23-10-2018,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Acara Ekspose Laporan Pendahuluan Kajian Penurunan Angka Kematian Ibu

Acara diskusi pembahasan laporan pendahuluan kegiatan Kajian Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Balangan Melalui Deteksi Ibu Hamil dilaksanakan pada Selasa, 17 Juli 2018 di Ruang Rapat Balitbangda Kabupaten Balangan.

Paparan Laporan pendahuluan disampaikan oleh Tim Peneliti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin, yaitu: Dr. Mahdalena, S.Pd, M.Kes, Maharso, S.KM, M. Kes, Dr. Bahrul Ilmi, S.Pd, M. Kes, Dr. Juanda, S.KM, M. Kes , H. Muhtar, S. Kp, M. Pd, Hammad, M. Kep, Darmayanti, S.Si.T, M.Kes, dengan moderator Kabid Litbang Sosial Ekonomi Pemerintahan Ibu Resty Fauriana, ST, MT. Acara ini dihadiri oleh SKPD teknis, diantaranya Sekretaris RSUD Balangan, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Balangan, perwakilan Puskesmas Lampihong, Puskesmas Tanah Habang, Puskemas Awayan, Puskesmas Halong, Puskesmas Paringin, Puskesmas Uren, Puskesmas Juai, Puskesmas Batumandi, Puskesmas Paringin Selatan, Puskesmas Lokbatu dan Puskesmas Pirsus.

Acara diawali dengan paparan dari peneiliti yaitu Bp. Maharso yang menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan tolak ukur yang paling tepat untuk melihat kemampuan suatu Negara/daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan menyeluruh.

Tujuan penelitian ini adalah:
  • Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kematian ibu.
  • Mendeskripsikan besarnya resiko pada faktor-faktor penyebab kematian ibu.
  • Mengetahui faktor dominan kontribusi bagi angka kematian ibu.
  • Merumuskan rekomendasi bagi percepatan penurunan angka kematian ibu.
Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan populasi seluruh kepala keluarga dengan kasus kematian ibu di Kabupaten Balangan dengan jumlah 16 kasus (2015-2018).

Adapun pertanyaan/masukan pada diskusi ini antara lain:

1. Kabid Kesehatan Masyarakat, Ibu Hj. Ainun:
- Berdasarkan data kematian ibu tahun 2007-2018, dari 16 kasus kematian ibu hanya satu yang meninggal di rumah, sisanya 15 kasus meninggal di Rumah Sakit.
- Berdasarkan pengkajian dari Tim Pengkaji RSUD Balangan dan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, bidan di Kabupaten Balangan sudah bekerja sesuai SOP.
2. Bp. Ruswadi dari Puskesmas Halong menyebutkan bahwa memang benar bahwa system Angka Kematian Ibu sudah bergeser ke Rumah Sakit. Upaya percepatan penurunan AKI untuk menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh setiap ibu. Kecenderungan saat ini, bila sudah sulit lahir baru lapor bidan. Tradisi kelahiran dengan ditolong oleh dukun beranak masih ada. Pertolongan persalinan dengan bidan sudah pas sesuai dengan SOP di desa tetapi sistem rujukan yang terkendala tempat geografis yang terlalu jauh dan ketersediaan transportasi. Sekarang dengan adanya jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah daerah, biaya persalinan tidak menjadi masalah jika dirujuk ke Rumah Sakit atau Puskesmas. Untuk standar persalinan, alangkah bagus dilakukan di Poskesdes tetapi ada beberapa poskesdes yang tidak sesuai dengan SOP sehingga tidak layak ditempati bidan.

3. Bp. Agus Syarkani menyebutkan bahwa dalam variabel-variabel penelitian yang digunakan dalam metode penelitian yaitu faktor predisposisi (pengetahuan, kepercayaan dan keyakinan ) dan faktor perilaku (perawatan ANC, Perawatan intranatal, Perawatan Postnatal, pola konsumsi dan pemberian imunisasi), faktor predisposisi merupakan faktor yang paling dominan.

Faktor keyakinan dan kepercayaan masih dikaitkan dengan ilmu kesehatan sampai sekarang terkait Angka Kematian Ibu. Akan sangat bagus jika faktor pengetahuan, kepercayaan dan keyakinan ini dikaji lebih dalam lagi dalam penelitian ini.

Faktor perilaku (Perawatan ANC, Intranatal dan Postnatal) tidak hanya terkait dengan si Ibu dan keluarga tetapi juga oleh perilaku pemberi layanan kesehatan. Kedua faktor ini (faktor predisposisi dan perilaku) merupakan faktor yang berbeda tetapi sangat berpengaruh terhadap Angka Kematian Ibu sehingga perlu dikaji kedua faktor ini. Seluruh masyarakat Kabupaten Balangan sudah dijamin oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan melalui BPJS termasuk jaminan persalinan akan tetapi mengapa masih ada Ibu yang tidak ingi dijamin persalinan nya. Ini merupakan suatu hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Berkaitan dengan missing values, apakah ibu yang meninggal dari data kita juga sekaligus Kepala Keluarga yang otomatis kehilangan sampel. Apakah sampel bisa dimodifikasi?.

4. Bp. A. Mahyuni: ukuran AKI di Kabupaten Balangan relatif masih tinggi dan perlu penurunan. Sangat mengapresiasi kajian-kajian yang dilakukan Balitbangda agar kajian-kajian yang dilakukan dapat menjadi dasar pertimbangan pembuat kebijakan agar tepat sasaran sehingga terjadi percepatan pembangunan khususnya di bidang kesehatan yang berkaitan dengan penelitian AKI ini.

Tanggapan dari Tim Peneliti Poltekkes Banjarmasin antara lain:

1. Tanggapan terhadap penjelasan Ibu Ainun bahwa akan dikaji lagi apakah dari faktor ibu dan keluarga yang bermasalah dalam kematian (misalnya pengambilan keputusan yang terlambat).Jika pelayanan kesehatan sudah sesuai SOP, mengapa pada 2018 terjadi kematian baru? Merujuk di daerah lain, masih ada bidan-bidan nakal dan pelayanan RS yang terlambat. Dan juga masih ada batasan atau standar pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS.

2. Bidan bukan ujung tombak pelayanan kesehatan tetapi harus ada kemitraan dengan berbagai profesi.

3. Angka Kematian Ibu bukan hanya pendarahan tapi juga bisa disebabkan oleh anemia.

4. Buku Kesehatan Ibu dan Anak tidak boleh dihilangkan sampai umur 6 tahun karena merupakan syarat bagi si anak untuk memasuki dunia pendidikan.

5. Angka Kematian Ibu disebabkan oleh banyak faktor tidak serta merta kesehatan, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

6. Dari 16 kasus yang menjadi sampel penelitian ini, sangat memungkinkan terjadi kehilangan data (missing values) misalnya pindah atau responden tidak bersedia dicacah karena penelitian ini sangat sensitif karena menanyakan anggota keluarganya yang sudah meninggal dan sangat mungkin terjadi menjelekkan institusi, masyarakat dan petugas pelayanan kesehatan.

7. Kerjasama penelitian ini untuk menekan/meminimalisir Angka Kematian Ibu. Adanya upaya peningkatan kualitas SDM yang diupayakan pemerintah daerah sudah sangat bagus.

8. Peneliti mengatakan faktor penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) sangat kompleks, akan diupayakan untuk memotret sejelas mungkin kondisi yang ada.

9. Hasil survey yang dilaksanakan surveyor nanti akan menentukan

  Hits (37)    Waktu :31-07-2018 (20:33:06)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal