Rabu, 26-09-2018,  

Home   Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Download Center

Berita dan Kegiatan


Diskusi Laporan Pendahuluan Kajian Pemerataan Tenaga Pendidikan sesuai spesifikasi di Kabupaten Balangan

a.       Acara diskusi laporan pendahuluan adalah bagian dari focus group discussion  Kajian Pemerataan Tenaga Pendidikan Sesuai Spesifikasi di Kabupaten Balangan dalam rangka menghimpun ide, masukan, saran, dan informasi data terkait dengan penelitian tersebut. Acara dilaksanakan dihadiri perwakilan dari tim peneliti LPPM Universitas Lambung Mangkurat Dr. Nasrudin, M.Si, dan Dr. Rabiatul Adawiah, M.Si. Narasumber Pembahas dari Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Bp. Mulyadi, Moderator Kabid Litbang Sosial Ekonomi Pemerintahan Resty Fauriana, ST, MT serta perwakilan undangan dari Dinas Pendidikan, Disdukcatpil, pengawas sekolah SD, pengawas sekolah SMP, kepala sekolah SD dan SMP 8 kecamatan di Kabupaten Balangan.

b.      Acara diawali dengan paparan dari peneliti yang menjelaskan bahwa adanya isue ketidakmerataan tenaga pendidikan di Kabupaten Balangan juga menjadi isue nasional. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa penelitian terdahulu bahwa pemerataan guru belum optimal karena ada wilayah yang kelebihan dan ada yang kekurangan guru. Permasalahan distribusi guru diantaranya adalah kurang berfungsingnya pengelolaan sumber daya pendidik pada tingkat kabupaten/ kota, sekolah hanya melaporkan kekurangan guru, sedangkan apabila kelebihan tidak dilaporkan, tida ada kebijakan disinsentif bagi sekolah yang kelebihan guru. Sementara menurut USAID ketidakmerataan tenaga pendidik berdampak pada kegiatan belajar dibiarkan kosong, kriteria ketuntasan mengajar tidak tercapai dan kompetensi murid menjadi rendah; sementara kelebihan guru yang menyebabkan tidak dapat memenuhi jumlah jam mengajar sesuai standar adalah kerugian pada guru karena harus berbagi dengan guru lain, berpengaruh ke pengembangan karir guru dan terkendala sertifikasi.

c.       Sasaran penelitian adalah pemetaan distribusi guru sesuai spesifikasi (sedetail-detailnya), mengidentifikasi kebutuhan guru mengetahui kekurangan kemudian melakukan proyeksi kedepannya, dan mengidentifikasi program kegiatan pemerintah dan menyusun alternative rekomendasi kebijakan untuk pemerataan guru sesuai spesifikasi. Dilanjutkan dengan paparan data posisi APK, APM, perkembangan satuan pendidikan, jumlah satuan pendidikan tahun 2018, posisi rombongan belajar Kab. Balangan, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan, serta posisi jumlah guru di Kabupaten Balangan dan standar jumlah guru, rombel, kelas yang seharusnya dijadikan acuan. Rancangan penelitian yang terdiri dari variable penelitian, sumber data dan teknik analisa dan asumsi dalam perhitungan, prinsip-prinsip perhitungan kebutuhan guru.

d.      Dilanjutkan dengan pertanyaan dan masukan dari undangan, Bp. Sugianto (korwil Juai) yang memberikan data bahwa terdapat 23 sekolah dan 22 kepala sekolah, kebutuhan guru agama 23 orang, kebutuhan guru olah raga 23 orang semetara hanya ada 19 orang saja. Terdapat data yang kurang sesuai dengan data dari Dinas Pendidikan karena SD Mihu 2 secara administasi masuk ke Kecamatan Halong, sehingga dari perhitungan Kecamatan Halong kelebihan sekolah dan Kecamatan Juai kekurangan sekolah.  

e.       Bp. Suprapto yang menjelaskan mengenai sasaran TK, SD, SMP, dan SMA hanya dilaksanakan SD dan SMP di kajian ini, sedangkan untuk TK masuk kewenangan dari Pemkab Balangan sehingga sebaiknya dimasukkan. Karena dengan jumlah satuan pendidikan PAUD, guru dan rombel yang ada setelah digabungkan dengan analisis SD dan SMP maka bisa jadi tidak terjadi kekurangan guru, atau malah sebaliknya. Selain itu jumlah jam mata pelajaran belum dijadikan komponen analisa juga. Karena dari 5763 siswa bisa diperoleh jumlah guru yang ideal =  jumlah rombel dan jumlah jam mata pelajaran yang seharusnya .

f.        A. Khailin Amimus SMP 2 Awayan, menjelaskan mengenai dari 24 sekolah yang ada tidak ada yang kelebihan guru. Kalau data rasionya adalah dengan rombel, maka akan ada kekurangan guru. Sedangkan data MGMP bukan rombongan belajar.

g.      P. Mulyadi Disdik menjelaskan bahwa data yang dibutuhkan tersedia, dan data sampai sekarang pun masih terus diperbaiki dan disempurnakan. Karena banyaknya guru yang mutasi namun tidak melapor, tiba-tiba SK turun. Dari Disdik sudah memiliki data kekurangan data, SD dari 248 guru, kekurangan guru agama islam adalah 48 orang, guru agama protestan 1 orang dan guru olah raga 103 orang. Apabila dikalkulasikan dengan guru honorer maka sudah cukup terpenuhi. Sebanyak 30 guru honorer yang memberikan laporan TMT yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan (insentif 300 ribu dan tunjangan lainnya). Jumlah guru PNS di Balangan adalah 1.331 orang, 196 sekolah beberapa surplus guru diantaranya adalah IPA, IPS BK dan SD tidak ada guru muatan lokal.

h.      Bp. Suprapto menyatakan sebaiknya MI dan MTS jangan ditinggal, karena MTS kelebihan siswa 1 rombongan belajar adalah 40-47 orang kekurangan guru, aturan-aturan analisis kebutuhan SD dan SMP tidak sama dan tidak bisa diterapkan di dalam kebutuhan SD dan SMP.

i.        Bp. Musa SD Paringin 2 menjelaskan bahwa dalam terdapat 12 rombel dan 1 kelas 1 guru, 12 kelas guru yang tersedia 13, sehingga terdapat kelebihan 1 orang guru. Banyak siswa sehingga tetap tidak cukup karena dalam 1 kelas bisa hanya 1 atau 2 orang

j.         DR. Nasrudin menyebutkan bahwa perlunya peraturan bupati tentang pemerataan tenaga pendidik. Di Barito Timur sudah memiliki, Kota Banjarmasi membuat perbub pemerataan tenaga pendidik tahun 2015. Sebaiknya dituangkan dalam peraturan Bupati. Pemetaan pemerataan tenaga pendidik akan sangat menguntungkan karena bisa menampilkan data setiap kecamatan kondisi pemerataan tenaga pendidiknya.

k.      M. Sidik SMP 1 Halong memberikan pendapat tentang MGMP hanya dilaksanakan di Paringin yakni SMP 1, 4 dan 5, sebaiknya dilaksanakan di seluruh pelosok Kabupaten Balangan sehingga teman-teman yang mengajar di Kota Paringin mengetahui kondisi di pelosok Halong dan pelosok Tebing Tinggi. Pernah terdapat bantuan dari pemerintah sarana TIK namun kondisi saat ini rusak karena tidak pernah digunakan karena tidak ada listrik.  Baru-baru ini terdapat bantuan media pembelajaran 3D aplikasi namun guru yang dituntut untuk menambah media pembelajaran selain IPA, sehingga sibuk dengan urusan lain mengajar terbengkalai. Terdapat kekurangan guru Mulok, TIK, BKN sehingga perlu adanya mutasi dan pendistribusian kembali setiap 3-4 tahun sekali.


  Hits (42)    Waktu :29-06-2018 (07:55:00)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal