Minggu, 22-07-2018,  

Home   Agenda  Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan

 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 3  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 2  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 1  

Download Center

Berita dan Kegiatan


Diskusi Teknis Laporan Pendahuluan Analisis Investasi Rencana Penyertaan Modal Pemerintahan Daerah Kabupaten Balangan

1.       PT. Asa Baru:

Substansi dipersempit, pada saat sudah beroperasi baru di bahas lagi. Substansi usahanya transportasi sangat luas. Nanti akan dilaksanakan perekrutan organisasi, yang bisa dilakukan adalah prediksi-prediksi cashflow, itupun kalau sudah beroperasi.  PT. Asa Baru, tidak bisa bicara kinerja, prediksi-prediksi dipengaruhi sedikit banyaknya informasi. Apakah PT. Asa Baru akan bergerak di bidang pertambangan sebagai penambangnya atau sebagai penyedia alat berat.  Sedangkan apabila bergerak dibidang agroindustri maka diarahkan ke agroindustri pengolahan karet.

2.       PDAM Balangan:

Berdasarkan data-data, PDAM Balangan mengalami kerugian dan dari sisi cashflow sangat rendah.  Targetnya 200 jutaan harus diselesaikan dalam waktu 2 tahun, berat sekali.   Tidak selalu kalau rugi, cashflownya rugi (ada beban penyusutan yang dialokasikan setiap tahun  sehingga selalu rugi).  Hanya pengakuan saja, tidak usah dibebankan ke biaya, akan memberikan kontribusi apabila mendapatkan laba.  Memberikan pelayanan 80% sudah tercapai.   Uang kas masih ada (berarti aman-aman saja bagi PDAM).  Adakah rencana investasi jangka pendek untuk tahun-tahun kedepan?.  4 M tahun 2014 dari mana?.  Setiap tahun Pemda memberikan penyertaan  modal.

3.       Bp. Nasrudin :

PDAM perlu data-data pendukung, kalau Rensda struktur belum ada, namun sudah ada kesiapan daerah dalam penyertaan modal.  Ada 8 bidang usaha.

4.       Bp. Roji (Bagian Hukum SETDA):

Bidang pengangkutan hasil tambang, PT. Asa Baru belajar dari Adaro dan Balangan Coal.      Untuk komoditas karet masih dalam wacana.   Dengan modal  10 M relative kecil, maka kurang difokuskan pada bidang usaha. Perusahaan daerah harus punya target (kajian-kajian tertentu sampai menentukan target sampai tahun berapa PDAM akan mengalami untung. Jangan sekali-kali melakukan penyertaan modal ke PDAM karena melihat grafik yang tidak untung. Rekrutmen peserta PT. Asa Baru terkendala pengambilan keputusan.   Suatu kegiatan yang rencananya kan dikelola BUMD, bergerak di bidang jasa broadcasting dan sudah ada paparan.  Intinya pelayanan publik dalam lima tahun membutuhkan 10 M.  Penyertaaan modal belum saklek/pasti membutuhkan 10 M.

5.       Tambahan Bp. Roji:

Kawan-kawan di DPRD seolah-olah keberatan dengan penyertaan  modal yang terlalu besar, namun tidak ada keuntungan dan PDAM belum bisa menyajikan keuntungan karena nilai yang terlalu besar yaitu 135 M+16 M untuk sarana nya.

 

6.       Bp. Kadir:

Mengasumsikan laporan tersebut sudah benar, bagaimana jika memberikan keuntungan, dianggap dewasa.  Syarat pengembalian pinjaman adalah saat pelayanan sudah 80%    (dari sisi laporan laba rugi).  Yang membebani adalah pembebanan penyusutan.  Peneliti tidak bisa mengganggu gugat laporan keuangan (anggap benar)        .  Kalaupun bukan laba, tingkat kerugian yang semakin menurun/menipis mencerminkan kinerjanya.   Terkait dengan ketidakefisienan oleh Audit BPK, karena selama ini kepertanggung jawaban dengan baik selesai, tidak bisa melihat inefisiensi, ibaratnya dari bayi-dewasa disuapi terus.  Fokusnya adalah bagaimana menghasilkan cashflow, karena dihambat oleh anggota dewan membandingkan harga dengan daerah lain, melihat standar-standar perhitungan di daerah-daerah lain.  Tahun 2018 tidak ada penyertaan modal.     

7.       Bp. Salihin:

Dengan pernyataan modal di Pemkab Balangan, pelayanan bisa 80 %.  Tiap tahun merugi dari investasi yang terlalu besar.   Tiap tahun ada penyusutan investasi dan pendapatan masih lebih kecil dari investasi, bisa diatasi dengan menaikkan tarif.  Tarif   Balangan  masih dibawah daerah lain (faktor politik dan daya bayar masyarakat).  Terlalu banyak tunggakan, namun tidak kah akan menguntungkan kalau dikenakan denda.  Di Balangan denda Rp. 5000,- aja.   Kalau di Banjarmasin ada perkaliannya.   Apakah ada aktifitas lain yang mendatangkan keuntungan? Dari PDAM masih belum ada.  Itu yang di tunggu oleh anggota dewan. 

Air mineral di Bandarmasih.  Jangan semata-mata dihabiskan untuk operasional kegiatan tetapi untuk kegiatan lain yang menghasilkan untung. Hati-hati menggunakan rasio likuiditas. Komponen barang persediaan di PDAM beda dari perusahaan.  Kalau perusahaan siap dijual, kalau PDAM kan materi tidak dijual, namun diajukan untuk pelayanan.    Komponen rasio likuiditas tidak sejenis dengan perusahaan.    Tugas berat PDAM, mengusahakan untuk hal-hal yang mendatangkan keuntungan.   Pendekatan pada  industri yang menggunakan air diarahkan untuk menggunakan PDAM.

8.       Bp. Nasrudin:

Kelayakan Investasi :

·         Mengetahui investasi awal yang akan digunakan

·         Biaya-biaya operasional yang akan dialokasikan

·         Pengeluaran operasional  terkait usia proyek

·         Penerima-penerima berdasarkan usia proyek

Dengan metode yang konvensional  (NPV, BCR, IRR)

  Hits (11)    Waktu :28-06-2018 (21:58:52)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal