Jumat, 17-08-2018,  

Home   Agenda  Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan

 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 3  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 2  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 1  

Download Center

Berita dan Kegiatan


FGD Prosedur dan Kendala Kenaikan Pangkat Guru di Kabupaten Balangan

Acara FGD prosedur dan kendala kenaikan pangkat guru di Kabupaten Balangan dilaksanakan pada Selasa, 28 Nopember 2017 di Ruang Rapat Balitbangda Kabupaten Balangan. Acara dibuka sekaligus dimoderatori oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan yang memberikan pemaparan mengenai IPM Kabupaten Balangan, Profil pendidikan dan kegiatan kelitbangan yang mendukung peningkatan kualitas guru. Yakni dengan pelaksanaan penelitian-penelitian pendidikan, rakorda jarlit pendidikan tahun 2016 dengan rangkaian acaranya adalah pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, lomba penulisan karya tulis ilmiah (lokamindik) tahun 2017 dan rumusan hasil rakorda jarlit pendidikan provinsi kalsel di Amuntai tahun 2017.

Acara diawali dengan paparan dari narasumber Dinas Pendidikan yakni diwakili oleh Bp Mulyadi Kasi Ketenagaan Dikdas Dinas Pendidikan. Kendala kenaikan pangkat terutama adalah dari pangkat 4a menjadi 4b perlu menyusun karya tulis ilmiah. Adanya kenaikan pangkat otomatis. Pada kesempatan ini dijelaskan mengenai prosedur kenaikan pangkat guru, proses mencari bisa melalui online. Prosedur kenaikan pangkat nantinya adalah pengumpulan SKP dan lampiran, verifikasi berkas, penilaian dan penerbitan PAK tahunan., pengumpulan sisa berkas, verifikasi, dst. Syarat kualifikasi pendidikan yang harus dipenuhi yakni pendidikan minimal S1 untuk golongan III menjadi syarat mutlak. Walaupun syarat lain sudah terpenuhi, di Balangan masih ada guru dengan jenjang pendidikan SLTA. Memenuhi angka komulatif. Kendala angka kredit pengembangan diri adalah terbatasnya kuota pemberangkatan pelatihan. Kondisinya sekarang adalah penumpukan di golongan IIIb belum bisa mengusul karena tidak memiliki karya tulis ilmiah. Jangan mengandalkan dilkat fungsional, karena sekarang setara SMP sudah ada 3 paket dalam setahun. Kendala eksternal a. Rumitnya prosedur kenaikan pangkat, b. banyaknya tugas administrasi guru, c. Terbatasnya kuota pelatihan diklat, d. Kurang intensifnya diklat penulisan KTI, e. Tidak meratanya sosialisasi PKG, SKP, kepangkatan dan angka kredit f. Mendadak dan terbatasnya waktu mengusulkan pangkat.

Kendala internal a) lebih terorientasi pada berbicara daripada membaca dan menulis, b) rendahnya keaktifan dalam kegiatan seminar dan diklat, c)kurangya persiapan dalam pengusulan pangkat, d) lemahnya pengarsipan SK dll, e)terbatasnya pemahaman aturan.

Tanggapan dari kepala Balitbangda adalah menggaris bawahi dan memberikan penekanan mengenai jenjang pendidikan minimal S1. Beberapa usulan diantaraya adalah

a.    Penambahan anggaran dan kuantitas pelaksanaan diklat

b.    Dinas pendidikan melaksanakan inventarisasi tenaga guru yang belum berpendidikan S1

c.    Meningkatkan akses internet bagi wilayah terpencil

d.    Peningkatan intensitas dan pemerataan sosialisasi PKG, SKP, Kepangkatan dan angka kredit

Pesan dari Bapak Yusuf (tokoh pendidikan) penyebab utamanya adalah terjebak dengan rutinitas, sehingga bagaimana meluangkan waktu untuk belajar dan mengalokasikan anggaran untuk mengakses internet.

Permen pan mengenai prasyarat yang harus dipenuhi guru, cara menyelesaikan masalah tidak lain adalah dengan belajar. Dari 20% anggaran pendidikan seharusnya bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas SDM guru,bukan selalu untuk pembangunan fisik. Lebih banyak sarasehan, bimtek, diklat, memberikan manfaat meningkatkan angka kredit.

Kendala dan solusi untuk kenaikan pangkat adalah

-      Berkas tidak lengkap, tugas dinas pendidikan memverifikasi secara benar sebelum dimasukkan ke BKD

-      Lambatnya penerbitan SK bisa lebih dari 5 bulan

-      Sebaiknya selalu  melalui prosedur normatif

-      Tenaga kontrak guru bisa direkruit dari dalam kabupaten saja.

Acara FGD Jajanan Sehat di Warung-Warung Sekolah, Asupan Gizi Dalam Pencegahan Kurangnya Zat Besi (Anemia) pada Anak Usia Sekolah dan Mutu Produk Hortikultura yang Layak Konsumsi yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Nopember 2017 dibuka dengan sambutan oleh Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan mengenai tema FGD dan sekaligus memperkenalkan instansi Balitbangda. Disampaikan pada kesempatan ini adalah terobosan-terobosan di bidang kelitbangan, termasuk dengan adanya kegiatan pembangunan kebun raya, dan kegiatan lain di bidang sosial, ekonomi pemerintahan, SDA, Inovasi dan Teknologi. Visi dinas adalah melaksanakan kelitbangan secara profesional dan sebagai bahan kebijakan stakeholder. Kegiatan FGD sudah kesekian kalinya dilaksanakan sebagai sarana untuk membahas isue-isue krusial dan mencari solusi berupa rekomendasi yang disepakati bersama. Disampaikan mengenai kondisi sekolah sampel di sekitar Kecamatan Paringin, dan contoh di SDN Sungai Malang 4 Amuntai. Diharapkan ada pilot project/ model di salah satu sekolah mengenai isu tema.

Paparan pertama adalah dari Narasumber Dinas Kesehatan Bapak Agus menyampaikan contoh-contoh sekolah yang bagus, dinas kesehatan sudah rutin mengambil sampel jajanan anak sekolah, dan mengambil contoh kebijakan pengawasan sekolah islam terpadu. Namun intensitasnya lebih ditingkatkan lagi, dan sampel yang diambil lebih acak lagi.

Ditambahkan oleh Kabid Litbang Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan yang menyampaikan hasil studi banding ke Sekolah SDN Sungai Malang 4. Belanja jajan dengan sistem poin, makan bersama setiap bulan, kolam ikan bantuan dinas perikanan, dan bantuan pengelolaan sampah oleh BLHK.

Masuk ke sesi diskusi, dengan beberapa pertanyaan, masukan dan saran diantaranya adalah

a.       Bapak Taufik Kepala Sekolah SMP 1 Paringin

-          Perlunya pengalokasian anggaran atau adanya bantuan membuat kantin sekolah terutama dari Dinas Pendidikan

-          Dilaksanakannya pembinaan kepada pengelola kantin dan pedagang yang berjualan di sekolah

-          Pengelolaan diluar lingkungan sekolah adalah bukan oleh sekolahan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah

b.      Bapak Fahmi, Dinas LH

-          Ada penilaian dari program sekolah adiwiyata (kantin bersih, seha) sama dengan penilaian program sekolah sehat dinas kesehatan

-          Dalam forum FSOG sudah ditekankan tidak boleh ada makanan yang mengandung MSG

-          Penekanan di kemasan plastik, stirofoam, SDN Paringin 1 melaksanakan jajan dengan sistem poin dan kupon

-          Sebagai contoh lain yakni sekolah yang menuju penilaian adiwiyata Nasional, jumlah sekolah adiwiyata adalah 30 sekolah prosentase dibandingkan semua sekolah masih sangat kecil. SPPN paringin memiliki sertifikat pengawasan makanan

-          Tidak bisa mengontrol dan melarang orang berjualan di sekitar sekolah, karena mereka sedang mencari nafkah. Perlunya pendekatan dan sosialisasi dari dinas kesehatan dan bekerjasama dengan dinas terkait dinilai akan lebih efektif.

-          Minimal sehari dalam seminggu membawa bekal sendiri dari rumah seperti di SD Paringin 1

-          Ketersediaan menu kantin yang sehat, bergizi dan menarik bagi siswa. Memvariasikan menu dan penggunaan bahan baku yang sehat melalui rekomendasi/ penunjukan pedagang-pedagang yang layak konsumsi.

c.       Bapak Rudy Dinas Ketahanan Pangan

-          Mengambil sampel di pasar modern Adaro adalah formalin (Bawang merah, bawang putih, anggur merah),  tomat mengandung pestisida. Dari hasil wawancara diperoleh informasi asal sayur dan buah adalah dari Barabai.

-          Namun dari dinas tidak bisa menindak, karena tergantung dari pedagang dan mereka hanya menjual

d.      Ibu H. Rusdiana Dinas Perdagangan

-          Pengawasan dari Dinas Perdagangan adalah pengawasan secara menyeluruh, tahun 2017 ada 2 kali pengawasan mengenai barang kadaluarsa di pasar dan sekolah. Pembentukan tim pengawasan makanan.

e.       Bp Ahmad Sauqi Dinas Kesehatan

-          Ada bidang di Dinas Kesehatan yang menangani pembinaan kader-kader kesehatan sekolah, pembinaan yang sudah dilakukan adalah pelatihan-pelatihan puskesmas, pembentukan kantin sekolah. Sebagai anggota UKS Balangan, bisa diinforasikan ada 26 sekolah dengan kantin sekolah yang dari segi kualitas sangat kurang. Tim terdiri dari dinas pendidikan, kesra, Bappeda, dan Kemenag memunculkan ide pilot project sekolah yang mau dibina.

f.        Bp. Taryana SDN Paringin 1

-          Permohonan terkait dengan pasar, lokasi pasar di dekat sekolahan dipindah.

-          Penanganan terhadap kenakalan pedagang di lingkungan sekitar sekolah,

g.      H. Alihan dari MAN 2 Balangan

-          Induknya adalah di UKS, lomba sekolah sehat, ruang UKS, sampah, warung/kantin menjadi sasaran penilaian. Di Provinsi 500m dilingkungan sekolah menjadi sasaran penilaian. Kedepannya sekolah memerlukan bak sampah permanen (TPS atau bak sampah)

-          Man 2 Balangan mengundurkan diri dari lomba UKS, karena ruang UKS dilebur menjadi ruang sekolah. Permohonan/ diprogramkan pembuatan ruang UKS dan kantin yang ideal di setiap sekolah. Koperasi di setiap sekolah ada, sehingga tidak layak digabung dengan kantin.

h.      Kepala Sekolah TK Rumah Pintar (Rumpin)

-          Ada petugas dari dinas kesehatan, dan Balitbangda melaksanakan pengawasan terhadap pedagang di sekitar sekolah

-          Dari dinas perdagangan ada pelatihan pembuatan jajanan sehat yang tahun ini tidak dilaksanakan, tahun lalu ada 2 kali dalam setahun

i.        H. Rahmi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

-          Keinginan untuk mempertajam rekomendasi terkait dengan dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak. DPPA punya program termasuk program nasional Mewujudkan Kabupaten Layak Anak (sekolah adiwiyata, sekolah sehat) yakni Sekolah Layak Anak melalui rencana aksi kabupaten layak anak.

-          Ada rekomendasi menindaklanjuti hasil acara ini dalam bentuk regulasi “edukasi pangan sehat”

j.        Edi Junaidi MTSN 1 Balangan

-          Juara 1 sekolah sehat Kabupaten Balangan, kelebihannya adalah pemberdayaan kader UKS, membuat paving block dari plastik bekas pedagang jajanan sekolah.

-          Kurikulum mengajarkan siswa sekolah materi pengurangan resiko bencana, dalam hal ini adalah bencana penyakit. Sekolah Siaga Bencana, sekolah bisa dijadikan basis bencana (kerentanan, resiko, kerawanan)

k.      Ismi Nur TK IT Permata Hati

-          Program disekolah tidak ada jajanan disekitar sekolah. Karena sudah sudah disediakan snack dan makan siang.  Selektif jajanan yang dibawakan dari rumah terutama yang mengandung MSG. Sering kali menghadirkan dari pihak dinas agar yang diedukasi bukan saja pendidik namun anak-anak.

 

Komentar balik dari pihak Balitbangda

-          Mengatur lingkungan, kantin dan sosialisasi kepada pihak pedagang di sekolah, organisasi dinas terkait dalam mendukung program ini.

-          Komite sekolah ada tokoh-tokoh, yang memberikan sumbangan sehingga tidak ada pembebanan ke orang tua siswa.

-          Pendekatan kepada Ibu Bupati, pelaksanaan kegiatan PKK di sekolah sehingga istri-istri kepala dinas bisa melihat dan memberikan sumbangan Dinas

 

Rekomendasi singkat yang dihasilkan dari acara FGD ini adalah

a.       Sosialisasi dan Pembinaan kepada pengelola kantin sekolah dan pedagang yang berjualan di lingkungan sekolah

b.      Pengalokasian anggaran untuk pembuatan kantin sekolah dan UKS dari dana Dinas Pendidikan maupun bantuan komite sekolah

c.       Membuat sekolah sehat dengan kantin sehat program “ adiwiyata dan sekolah sehat”

d.      SKPD terkait membuat kegiatan kolabrasi/ perpaduan

e.       Penataan lingkungan berjualan para pedagang jajanan anak sekolah

f.        Adanya tim/ pokja sekolah sehat.

g.      Pembentukan sekolah model/ pilot project

h.      Memvariasikan menu kantin dan penggunaan bahan baku makanan sehat melalui rekomendasi pedagang hortikultura yang layak konsumsi

i.        Uji sampel jajanan sekolah dan produk hortikultura secara berkala

j.         Penambahan tempat penampungan sampah di sekolah-sekolah

k.      Regulasi/ perda jajanan sehat


  Hits (201)    Waktu :01-02-2018 (10:10:04)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal