Sabtu, 18-11-2017,  

Home   Agenda  Pengumuman  Foto  Video  Situs Terkait  Kritik & Saran  Kontak


  Ikuti kami di Selamat datang di website Balitbangda Kabupaten Balangan
 
0 1 2


Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan

 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 3  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 2  
 Waktu : 04-05-2017
Agenda Kegiatan 1  

Download Center

Berita dan Kegiatan


Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair Sisa Biogas

1.      Acara dibuka oleh Kelapa Balitbangda Dr. Akhriani, S.Pd, M.AP, dan dimoderatori oleh Kabid Litbang Sosial, Ekonomi Pemerintahan Amirul, S.Hut, MP. Undangan yang hadir diantaranya adalah dari unsur Dinas Perdagangan, BPP, Kelompok Peternak, Kelompok Tani, Gapoktan, Dinas Pertanian bidang Peternakan, dll. Narasumber adalah dari fakultas peternakan Bp. Anis dan Bp. Jumar.

2.      Pembukaan oleh Kepala Balitbangda lebih kepada informasi bahwa Balitbangda bukan saja memiliki penekanan di penelitian dan kajian namun sudah pada penerapan dan perekayasaan, dimulai tahun 2016 dengan pembangunan Biogas dengan percontohannya adalah Ds, Hauwai Bp. Shodiq. Sejauh ini instalasi berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat gas dan kotoran ternak yang sudah dijadikan pupuk untuk tanaman di rumah dan lingkungan sekitar. Namun kegiatan pelaksanaan dan perekayasaan akan lebih banyak lagi dilaksanakan di tahun 2018 oleh Balitbangda.

3.      Dilanjutkan dengan paparan dari Bp. Anis mengenai prospek pengolahan pupuk cair sisa biogas dan pupuk padat dari kotoran ternak yang masih baru maupun lama. Keuntungan ekonomi yang akan diperoleh terutama karena sudah bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar. Pada usaha pupuk organik yang dijalankan Bp. Jumar dipasarkan di floris-floris dan paling banyak sebulan pesanan adalah 1 ton, saat bisa menembus pasar perusahaan batubara, karena mereka memiliki kewajiban mereklamasi lahan bekas tambang disitu diperlukan pupuk alami maka sekali pesanan sampai dengan 100 ton sekali pesan. Hal ini memberikan pandangan bagi para peternak untuk lebih jeli dalam melihat peluang dan berani berusaha membuat pupuk organik padat dan cair. Minimal untuk dipergunakan sendiri sebelum menemukan mitra kerjasama yang cukup besar. Dengan melakukan pengemasan dan membuat perusahaan (minimal UD).

4.      Acara dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk di dekat kandang sapi milik P.Shodiq, setelah bahan-bahan disiapkan diantaranya untuk pupuk organik yakni EM-4 2 liter, dedak padi 5 kg, kapur pertanian 30 kg, gula pasir 1 kg, arang sekam 100 kg, kotoran sapi 100 kg. Bahan pembuatan pupuk cair organik sisa biogas yakni EM4 1 liter, gula pasir 0,5 kg, rimpang jahe, temu lawak, kencur, daun sirih, daun sirsak, tembakau masing-masing 0,5 kg, lesung kayu, jerigen 30 liter 3 buah, dan air limbah biogas 60 liter. Pada prakteknya ini semua peserta antusias dan memperhatikan proses dan cara pembuatan pupuk. Pupuk cari setelah semua bahan dicampur dan ditutup plastik untuk waktu 20 hari kedepan, dan setiap hari untuk membuang udara yang dihasilkan. Sedangkan untuk pupuk padat setelah semua bahan dicampur kemudian ditutup terpal dan diaduk/ dibalik setiap pagi sampai dengan suhu nya tidak panas lagi/ proses fermentasi sudah selesai dan pupuk sudah siap digunakan atau dikemas.

5.      Beberapa peternak yang sudah memulai usaha dan terpicu serta tertarik untuk membuka usaha pengolahan pupuk organik ini kemudian lebih intens menanyakan proses, cara pembuatan, pengemasan sampai dengan analisis ekonomi dan keuntungan yang akan diperoleh. Misalnya Bp. Juhrani dari Halong, petani-petani lain, serta beberapa penyuluh pertanian dengan pertanyaan seputar

-          Formula untuk pembuatan pupuk organik tergantung dari bahan yang tersedia, bisa dikirim via sms dan dibuatkan formula pembuatannya. Karena tidak bisa disamakan tergantung dari ketersediaan bahan.

-          Teknik pengemasan yang lebih menguntungkan adalah kemasan kecil

-          Cara mendapatkan mitra apalagi peluang di Balangan selama ini perusahaan tambang masih disuppor dari banjarbaru

-          Dalam sebuah formula pembuatan pupuk perlu dilakukan pengujian kelayakan dan pihak Pak Anis dan Pak Jumar bersedia membantu sebelum dipasarkan lebih lanjut dalam skala bisnis.

-          Formula yang baku, cara dan teknik pembuatan akan disampaikan melalui pihak Balitbangda dan akan disampaikan ke penyuluh2 serta bisa diambil di kantor Balitbangda maupun Bidang peternakan Dinas Pertanian.


  Hits (5)    Waktu :06-11-2017 (10:28:35)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal